Karakteristik Batik Di Pulau Jawa

0 35

Karakteristik Batik Di Pulau Jawa

Pada dasarnya, khususnya di Pulau Jawa batik terbagi menjadi 2 bagian, yaitu batik pedalaman yang banyak berkembang di Yogyakarta dan Solo. Yang kedua adalah batik pesisir yang banyak terdapat di Cirebon, Pekalongan hingga Madura.

Batik pesisir banyak dipengaruhi budaya luar seperti China, India dan Arab. Warnanya dominan menggunakan warna-warna cerah seperti merah, hijau, biru dan kuning. motifnya terinspirasi dari apa yang dilihat perajinnya yaitu ragam flora dan fauna. Batik pesisir diadaptasi dari gaya batik yang umumnya dibuat dan dipakai di sekitar pesisir atau pantai utara Pulau Jawa, misalnya batik Pekalongan, batik Lasem, batik Cirebon dan batik Madura.

Batik pekalongan adalah batik dengan motif yang kaya warna. keistimewaannya adalah membatiknya selalu mengikuti zaman. conytohnya, motif batik Jawa Hokokai, yaitu batik bermotif dan warna mirip kimono, lahir pada zaman penjajahan Jepang. Pekalongan menjadi sentra batik pesisir yang kreatif dan inovatif hingga lahir julukan sebagai “Kota Batik” dikarenakan kekuatan budaya membatik di kalangan masyarakat yang membuat mereka tidak ragu utuk mencoba motif-motif baru.

Beda lagi dengan batik Lasem, di sebuah Kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, meskipun berbeda tetapi Lasem telah telah menjelma menjadi salah satu sentra batik di pesisir Jawa yang dikenal dengan sebutan “Tiongkok Kecil” ciri batik Lasem terletak pada corak yang merupakan gabungan pengaruh budaya Chin, budaya lokal masyarakat pesisir utara Jawa Tengah serta budaya Keraton Solo dan Yogyakarta.

Motif batik paling khas dari daerah ini adalah corak khas warna merah darah ayam yang konon tidak bisa ditiru pembatik daerah lain. untuk menghasilkan warna ini digunakan warna mengkudu kemudian dicampur dengan aneka kayu. Pengaruh keratin juga ikut mewarnai motif dan ragam batik tulis Lasem, dibuktikan dengan keberadaan motif kawung dan parang. Pengaruh budaya China kental, sementara pengaruh masyarakat pesisir utara terlihat pada kombinasi warna cerah merah, biru, kuning dan hijau. Belahan timur Pulau Jawa memiliki batik Madura, ciri khas motifnya sangat kontras, sangat konservatif. Keadaan alam yang sangat kuat membuat batik Madura mengesankan sangat filosofis. Beragam motif dan jenis batik-batik pesisir merupakan salah satu catatan sejarah budaya Batik di Indonesia.

Perpaduan simbol 2 budaya dalam wujud motif pada sehelai batik. Itu yang membuat batik tidak sekedar kain, tetapi juga sebuah wujud kilas batik sejarah Indonesia.

Batik Cirebon

Motif batik megamendung merupakan salah satu ciri khas batik cirebon. Motif megamendung yang merupakan akulturasi dengan budaya Cina tersebut dikembangkan seniman batik Cirebon sesuai cita rasa masyarakat Cirebon yang beragama Islam.

Batik Pekalongan

Batik Pekalongan termasuk motif batik pesisir yang paling kaya akan warna. Sebagaimana ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Jika dibanding dengan batik pesisir lainnya, motif batik Pekalongan ini sangat dipengaruhi pendatang keturunan Cina dan Belanda.

Batik Lasem

Kota kecamatan Lasem terletak 12 km arah timur ibu kota Kabupaten Rembang berbatasan dengan Laut Jawa sebelah utara. Lasem adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di Kabupaten Rembang setelah kota Rembang.

Source http://erninuraini.blogs.uny.ac.id/ http://erninuraini.blogs.uny.ac.id/2018/02/28/batik-nusantara/
Comments
Loading...