Kampung Malon Jadi Sentra Batik

0 9

Kampung Malon Jadi Sentra Batik

Kampung Malon, Kecamatan Gunungpati, sangat potensial untuk dikembangkan. Misalnya menjadikan kampung tersebut sebagai sentra batik. Universitas Negeri Semarang (Unnes) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), bekerja sama dengan Indonesia Power melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat Kampung Malon, Kecamatan Gunungpati.

Tim LP2M Dr Nana Kariadi menuturkan, perguruan tinggi sebagai institusi yang menjalankan tugas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi pusat dari berbagai inovasi dan pengetahuan. Namun, agar hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, diperlukan peran serta dari pihak swasta dan pemerintah. ”Hal inilah yang melatar belakangi Unnes dan Indonesia Power untuk memberdayakan mereka,” ucap Nana, belum lama ini.

Ditambahkan, sudah banyak yang dilakukan oleh Unnes dan Indonesia Power untuk memberikan pendampingan hingga menjadikan Kampung Malon sebagai sentra Batik. ”Banyak sekali pencinta batik yang berburu batik di kampung ini, karena batik Malon mempunyai keunggulan dari penggunaan bahan-bahan pewarna alam yang ramah lingkungan dan tidak mudah pudar,” imbuh dia.

Selain sebagai sentra batik, Kampung Malon juga berpotensi sebagai desa wisata. Pihaknya memberikan pelatihan membuat makanan dengan bahan dasar dari setempat untuk dibuat menjadi makanan modern yang dapat dijadikan hidangan yang lezat dan juga bisa dijadikan buah tangan atau oleh-oleh.

Menurut Nana, potensi dan komoditas di kampung Malon ini sangat banyak. Dengan komoditi yang meruah ini ia mencoba memberikan pelatihan kepada warga malon dan juga santri dan pondok pesantren Sunan Gunung Jati ini untuk dapat mengolah makanan yang bersumber dari lokal dapat diproses dan dikemas secara modern hingga mempunyai daya tarik tersendiri Supervisor Senior Keamanan dan Humas Indonesia Power, Darmawan mengatakan, untuk memberdayakan warga Malon, Indonesia Power memberikan bantuan prasarana penunjang yaitu berupa uang pendampingan sebesar Rp 25 juta. Sementara itu, sebagai tokoh masyarakat Malon dan juga Pengasuh Pondok Pesantren, KH Muhammad menambahkan, sebagai perwakilan warga ia sangat senang dengan program dari LP2M Unnes dan Indonesia Power

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/110126/kampung-malon-jadi-sentra-batik
Comments
Loading...