Kampung Batik Wiradesa Pekalongan

0 662

Masyarakat di daerah tersebut banyak menjadikan rumahnya sebagai tempat tinggal sekaligus sebagai toko untuk menjual produk batiknya. Itulah sebabnya daerah-daerah tersebut sering disebut dengan kampung batik Pekalongan. Selain itu ada juga yang menjual batiknya di pusat perbelanjaan khusus atau pusat grosir batik Pekalongan, seperti di Sentra grosir Wiradesa.

Wiradesa adalah salah satu sentra penghasil batik. Dikampung batik Wiradesa kita bisa singgah ke workshop pembuatan batik. Salah satunya, Batik Wirokuto milik pengusaha batik Romi Oktabirawa. Koleksi kain Wirokuto tergolong murah. Untuk sehelai kain batik Wirokuto jenis cap dengan kombinasi tulis, harganya antara Rp 150.000-Rp1 juta. Hal ini bisa dilihat dari warna-warnanya yang lebih spektakuler, dengan motif yang tidak menggunakan pakem tertentu. Berbeda dengan batik Solo, Yogya, atau kota-kota di Jawa Barat yang cenderung masih bertahan pada tradisi atau pakem yang diyakini.

Romi menambahkan, batik Pekalongan dipengaruhi oleh Cina, India, Eropa, dan Arab. Pengaruh Belanda sudah ada sejak abad ke-19, dipopulerkan oleh pecinta batik berdarah Indonesia-Eropa, Van Zulyen, dan istrinya, Eliza Van Zulyen, yang bermukim di Pekalongan.

di Sentra grosir Wiradesa jenis batik yang dijual bermacam-macam. Ada batik halus, ada batik kasar. Rata-rata harga batik di kampung batik maupun di sentra grosir terbilang murah. Jika pintar menawar, kita bisa memperoleh batik yang bagus dengan harga terjangkau. Selain faktor kualitas tentu saja.

Selain untuk dipakai sendiri, kita juga bisa membeli baju atau kain batik untuk dijual lagi (reseller). Jika membeli dalam partai besar kita bisa mendapatkan batik dengan harga grosir. Bahkan jika tidak sempat kesana langsung, banyak juga penjual yang melayani pembelian secara online. Namun cara ini lebih disarankan bagi mereka yang telah lebih dulu pergi ke Pekalongan dan mengenal penjualnya secara langsung.

Source Kampung Batik Wiradesa Pekalongan 5 Tempat Kulakan Batik di Pekalongan Salamov Rijadic
Comments
Loading...