Kampung Batik Tegal Temu

0 181

Kampung Batik Tegal Temu

Batik merupakan kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan cara menuliskan malam pada kain dan pengolahannya diproses dengan cara tertentu. Kabupaten Temanggung adalah salah satu kota yang memiliki potensi batik yang patut diperhitungkan, yang terkenal dengan nama “Kampoeng” Batik Tegal Temu. Di Kampoeng Tegal Temu, membatik telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari dan menjadi tradisi budaya lokal masyarakat Tegal Temu. Buktinya sekitar 90% warga Tegal Temu berprofesi sebagai pengrajin batik pada tahun 1675. Secara umum, motif batik di Temanggung terdiri dari berbagai macam flora dan fauna, seperti ikan Unjar, burung merak, kupu-kupu, kembang suruh, dan lain-lain. Motif Unjar menjadi pakem batik khas Temanggung, karena Temanggung ikan tersebut bersifat endemik dan khas.

Selain itu, ada pula motif sekar jagad yang merupakan motif berbentuk ceplok berulang yang semuanya saling merapat dan berornamen bunga/tanaman yang banyak dipakai pada batik Sekar. Potensi alam juga menjadi motif batik khas Temanggung, seperti pada Batik Tegal Temu yang berupa kopi, tembakau, dan cengkeh. Selain itu hampir semua kain batik tulis Tegal Temu bercorak dasar tidak lepas dari tiga corak tersebut sebagai identitas Temanggung. Seiring dengan perkembangan zaman, Batik Tegal Temu pun mengalami perkembangan dalam segi motifnya, melalui inovasi dan improvisasi, yaitu tanpa meninggalkan motif yang sudah ada dan memunculkan motif-motif baru yang mengikuti perkembangan zaman dan pasar. Dimaksudkan untuk menunjang eksistensi batik Tegal Temu dan permintaan pasar. Hal ini merupakan peluang pasar yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf ekonomi dari pembatik itu sendiri.

Peranan masyarakat di Temanggung dalam usaha melestarikan Batik Tegal Temu adalah membentuk paguyuban yang dinamakan dengan Paguyuban Batik Tegal Temu pada tanggal 16 April 2008. Ide pembentukan paguyuban ini berasal dari kaum muda Tegal Temu yang memiliki harapan besar kepada kelestarian Batik Tegal Temu itu sendiri dan menjadi budaya setempat yang bisa dibanggakan. Pengukuhan motif kopi sebagai motif khas kabupaten Temanggung membuat potensi batik khas Temanggung semakin meningkat. Motif yang dihasilkan juga tidak terbatas motif kopi. Beberapa motif yang berkembang yaitu Motif Kupu-Kupu,Capung, Daun, Cabe, Stroberi, Kacang Makadamia, Singo Ulung, Tembakau, dan Cengkeh. Selain itu minat masyarakat akan kain batik juga makin bertambah dan beberapa anggota masyarakat mulai mendirikan usaha batik.

Source file:///C:/Users/User/Downloads/1907-5463-1-SM%20(1).pdf
Comments
Loading...