Kampung Batik, Pusat Kerajinan Batik & Spot Instagramable di Semarang

0 181

Kampung Batik, Pusat Kerajinan Batik & Spot Instagramable di Semarang

Di era sosial media seperti sekarang ini, tempat wisata yang memiliki spot instagramablemenjadi laris dikunjungi. Asal bagus untuk background foto, tempat itu pasti segera viral dan makin dipadati pasukan selfie. Setelah Kampung Pelangi, Kota Semarang masih punya satu spot instagramable lainnya yang tidak kalah menarik. Kampung Batik namanya.Terletak di kawasan Kota Lama, Semarang, kampung yang tadinya memiliki sejarah kelam ini disulap menjadi sentra kerajinan batik dan dihiasi mural-mural di setiap sudutnya.

Meski pengrajin batik asli Semarang sudah ada sejak tahun 1970-an, pesona batik ini sempat redup bahkan nyaris hilang. Tertarik berkunjung ke sini? Yuk, simak serunya berwisata ke Kampung Batik Semarang. Kampung Batik berada di wilayah Kelurahan Rejomulyo, Semarang. Untuk sampai di sana, wisatawan bisa menjadikan Pasar Johar atau Kawasan Kota Lama sebagai patokan. Dari kedua wilayah itu, arahkan kendaraan menuju Bundaran Bubakan yang memisahkan Pasar Johar dengan Kawasan Kota Lama. Pintu gerbang menuju Kampung Batik berada di Jalan Pattimura, dekat sekali dengan bundaran tersebut.

Kampung Batik dulunya memiliki sejarah kelam sebagai kawasan yang rawan pencurian dan pembunuhan. Tapi setelah kerajinan batik asli Semarang mulai menunjukkan geliatnya lagi, warga kampung ini merombak citra kelamnya menjadi unik dan cantik. Setiap sudut jalanan di Kampung Batik dihiasi mural yang menampilkan motif batik khas Semarang, cerita pewayangan, dan legenda asal-usul Kota Semarang. Digambarkan juga bagaimana Raden Patah kala itu memberi nama Kota Semarang. Nama Semarang diambil dari kata asem arang: asem adalah pohon asem dan arang adalah Bahasa Jawa untuk kata “jarang-jarang”. Kawasan kota Semarang pada zaman dahulu banyak ditumbuhi pohon asem, tapi jarak antar pohon cukup jauh atau “jarang-jarang”.

Selain menjadi tempat berburu aneka kain batik dan produk olahan batik khas Semarang, di tempat ini juga disediakan kursus singkat membatik. Pengunjung cukup membayar Rp 25-30 ribu untuk mencoba melukis batik sendiri sekaligus bertanya-tanya tentang sejarah batik khas Semarang. Tidak hanya belanja dan belajar membatik, spot idaman para wisatawan tentu saja tembok-tembok penuh mural unik yang bagus untuk berfoto ria. Ada satu gang sempit yang menjadi favorit para wisatawan. Gang yang cukup dilalui dua sepeda motor ini tidak hanya temboknya yang digambari mural, tapi juga bagian jalanannya.

Di dalam kawasan Kampung Batik ada juga spot “Kampung Djadhoel” yang berisi rumah-rumah berdesain kuno. Di kawasan ini tembok-tembok rumah warga juga dihiasi mural dan beberapa kendaraan atau benda tua yang sengaja dipajang untuk properti foto. Untuk berfoto di Kampung Djadhoel atau Kampung Batik, pengunjung tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun alias GRATIS. Jika berkunjung ke Kampung Batik saat hari sudah gelap, tidak perlu takut kehilangan keindahan mural di tiap dindingnya. Di bagian bawah dinding, atau menempel di atas jalan, dipasangi lampu-lampu kecil yang berjajar. Cahaya lampu itu akan menyorot ke atas dan menimbulkan efek yang lebih cantik lagi.

Source https://www.idntimes.com/ https://www.idntimes.com/travel/destination/dian-septi-arthasalina-1/kampung-batik-spot-instagramable-di-semarang-c1c2/full
Comments
Loading...