Kampung Batik Pusat Batik Semarangan

0 123

Kampung Batik Pusat Batik Semarangan

Sekarang batik tulis dan batik printing mulai diminati oleh semua kalangan masyarakat. Dimana-mana di semua daerah sudah melakukan pelatihan membatik diselenggarakan, termasuk di Kota Semarang. Pengusaha-pengusaha batik Semarang pun mulai bermunculan, meski jumlahnya tidak banyak seperti yang dijumpai di Surakarta atau Pekalongan. Kampung Batik kembali dihidupkan, bahkan dibangun Balai Batik Semarang di daerah ini. Bukan hanya untuk memberdayakan ekonomi rakyat, tetapi juga untuk mengembangkan kawasan wisata baru.

Tidak mudah untuk dapat menemukan kembali motif-motif batik asli Semarangan. Pengrajin batik yang baru memulai usaha ini kemudian menggali lagi buku-buku tentang batik. Dari situ mereka temukan foto-foto batik Semarangan yang dimiliki orang-orang Belanda jaman dulu, kemudian mereka mereproduksi. Batik khas Semarangan, sama seperti batik pesisiran lainnya tidak menuruti pakem batik seperti yang ada di Solo atau Jogja. Jaman dulu, warga Kampung Batik membuat batik dengan motif-motif yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

Begitu juga dengan pembatik Semarang sekarang ini. Motif yang ada mulai dikembangkan, inspirasinya diambil dari ikon-ikon Kota Semarang. Hasilnya lahirlah motif-motif ceplok yang diambil dari Masjid Layur, Asem Arang, Lawang Sewu, dan Tugu Muda. Saat berada dikawasan Kampung Batik, bagi para pecinta fashion dan tekstil, rasanya seperti surga. Menariknya, di sini tidak hanya bisa berwisata belanja dan memborong batik khas Semarang. Tetatpi, juga bisa belajar untuk membuat batik. Hanya dengan mengeluarkan uang 20.000 rupiah saja, sudah bisa membuat kain batik sendiri dan bisa dibawa pulang untuk kenang-kenangan.

Para wisatawan yang berkunjung bisa belajar bagaimana rumitnya proses membuat sehelai kain batik. Mulai dari menciptakan motif, menggambarkan desainnya di kain, melelehkan malam, membatik, hingga proses pewarnaan dan pencucian malam –dalam Bahasa Jawa disebut Ngelorot, sehingga Anda pun mengerti mengapa selembar kain batik tulis dihargai hingga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Tidak sulit untuk mencari lokasi ini. Dari kawasan Pasar Johar, ambil arah Bundaran Bubakan.Sampai di bundaran ini, pilih arah ke Jalan Patimura. Sebelum masuk ke jalan ini, akan terlihat Hotel Djelita. Di kiri hotel ada gapura, bertuliskan Jalan Batik.

Source Kampung Batik Pusat Batik Semarangan Batik
Comments
Loading...