Kampung Batik Pamekasan

0 116

Kampung Batik Pamekasan

Kabupaten Pamekasan akan semakin semarak dengan didirikannya kampung batik. Hal tersebut seiring dengan pesatnya perkembangan kerajinan batik tulis yang ada di daerah ini dan dipatenkannya sejumlah jenis motif batik. Karena Kabupaten Pamekasan memiliki batik tulis dengan ciri-ciri tertentu dan berbeda dengan batik dari daerah lain, maka Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga mengupayakan untuk mendapatkan hak paten.

Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menetapkan Desa Klampar, Kecamatan Proppo, sebagai kampung batik. Awal mula kerajinan batik memang dikembangkan oleh Masyarakat Madura di Dusun Banyumas, Desa Klampar, dan akhirnya meluas ke sembilan dari 11 kecamatan di Kabupaten Pamekasan. Meskipun batik hanya diproduksi dengan kategori industri rumahan, pengrajin batik ini berkembang, dengan jumlah sekarang sekitar 6.000 orang.

Pada tahun 2009, Kabupaten Pamekasan dikukuhkan sebagai daerah sentra batik yang ada di Jawa Timur, dan Kabupaten Pamekasan juga pernah mendapatkan piagam dari Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai daerah yang mampu menghasilkan kerajinan batik tulis hingga mencapai 1.530 meter. Tak hanya di dalam negeri, batik Pamekasan juga telah diekspor hingga benua Amerika dan Afrika serta kawasan Asia Tenggara.

Setelah berhasil mengembangkan desa batik dan mendapatkan hak paten, Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan menyulap Pasar 17 Agustus atau Pasar Barat menjadi sentra penjualan batik setara dengan Pasar Klewer yang ada di Solo, Jawa Tengah.

Source Kampung Batik Pamekasan Batik
Comments
Loading...