Kampung Batik Maos Pertahankan Tradisi Budaya

0 35

Kampung Batik Maos Pertahankan Tradisi Budaya

Batik Maos yang berasal dari Kabupaten Cilacap sudah ada sejak masa perang Pangeran Diponegoro. Melalui motif-motifnya, batik yang saat itu digunakan sebagai symbol atau sandi perang Pangeran Diponegoro ternyata terbukti mampu mengecoh perhatian Belanda, sehingga membuat Belanda jadi kocar-kacir. Kemudian batik maos ini berkembang hingga masa kejemasan di tahun 1950 sd 1970. Disebut masa keemasan, karena harga 1 lembar kain Batik Maos bisa setara dengan 3 gram emas. Waktu demi waktu berjalan hinggga pada awal 1980 masa kejayaan Batik Maos mulai redup dikarenakan munculnya Batik Pekalongan dan juga Solo yang konon harganya jauh lebih murah dibandingkan batik Maos. Dan kemudian batik Maos mengalami mati suri.

Tonik Sudarmaji merupakan cucu pewaris Batik Maos mencoba kembali menghidupkan warisan budaya yang sempat mati suri tersebut. Dan akhirnya di tahun 2007 munculah Batik Maos Rajasa Mas. Tonik Sudarmaji bersama istri tercintanya Euis Rohaini mencoba mencari kembali para pelukis batik yang memahami goresan khas batik maos. Tonik Sudarmaji menjelaskan“Memang sulit sekali mencari pengrajin yang mau, tapi akhirnya kami menemukan 1, dan kemudaian bertambah jadi 5, dan sekarang kami sudah punya 80 ibu-ibu pembatik di Maos” ungkapnya di kediamannya sambil menata lembar-demi lembar batik yang baru saja kering dari proses penjemuran.

Perkembangan Batik Maos sangat cepat. Tak hanya mengisi pameran dan kegiatan di tingkat Nasional, Namun Batik Maos khas Cilacap Rajasa Mas juga sering mengisi kegiatan pameran, carnival, dan juga berbagai kegiatan di Luar Negeri. Seperti halnya pameran internasional di Yordania, Malaysia, Bangladesh dan lain-lain. Yang menarik disini adalah, hampir beberapa rumah-rumah di Maos memiliki aktifitas membatik. Ibu-ibu tak lagi pergi ke luar negeri menjadi TKW, cukup bekerja di rumah dengan bekal malam dan canting, tiap pagi membatik. Sebut saja ibu Maiah, pengrajin batik yang sudah tahunan bekerja di Rajasa Mas ini mengungkapkan dengan keberadaan Batik Maos Rajasa Mas ini cukup membantu perekonomian ibu-ibu di desa Maos. Hingga pada akhirnya Desa Mos ini disebut sebagai kampung batik.

Source https://sangkanparan.com/ https://sangkanparan.com/2013/01/08/kampung-batik-maos-pertahankan-tradisi-budaya/
Comments
Loading...