Kampung Batik, Ikon Kampung Tematik di Semarang

0 34

Kampung Batik, Ikon Kampung Tematik di Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan keberadaan Kampung Batik di kawasan Rejomulyo bisa menjadi ikon bagi kampung-kampung tematik lainnya di Kota Semarang.

“Ini fakta, bukan asumsi. Ketika ada tamu-tamu dari luar kota, baik pejabat negara, BUMN, pengusaha, sampai teman dan kolega saya datang, pasti menanyakan keberadaan Kampung Batik,” katanya di Semarang, Selasa.
Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan dari setidaknya 177 kampung tematik yang ada di Semarang, Kampung

Batik adalah salah satu yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan yang datang.
“Kalau lagi bicara kampung tematik, yang ditanya pertama selalu, ‘Kampung Batik itu di mana?’. Artinya, Kampung

Batik ini bisa jadi ikon bagi kampung-kampung tematik lainnya di Semarang,” katanya.

Tak hanya itu, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mencatat bahwa Kampung Batik adalah kampung tematik di Semarang yang paling sering diliput dan diulas oleh media-media massa nasional.

Kampung tematik, kata dia, merupakan program yang diupayakan Pemerintah Kota Semarang untuk membenahi kawasan yang semula kumuh menjadi kawasan yang memiliki nilai jual dan daya tarik.

Beragam tema pun diserahkan kepada warga setempat untuk mengangkat potensi kampungnya, mulai Kampung Jawi yang mengangkat kebudayaan Jawa, Kampung Jamu dengan potensi jamu, hingga Kampung Batik.

Kampung Batik, sesuai dengan namanya, lanjut dia, mengangkat potensi Batik Semarangan sebagai produk khas yang menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Kota Semarang.

Masih dalam suasana Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia, orang nomor satu di Kota Semarang itu teringat dengan pesan Presiden pertama RI Ir Soekarno.

“Pesan Bung Karno, ‘Di dalam Indonesia merdeka itu kita memerdekakan rakyat’. Saya ingin merdekanya Kampung Batik di Rejomulyo ini harus didorong untuk memerdekakan kampung tematik lainnya,” katanya.

Tentunya, kata Hendi, warga Kampung Batik harus memberikan citra positif terhadap potensi kampungnya di kalangan wisatawan yang berkunjung sehingga akan mengangkat potensi kampung tematik lainnya.

Karena Kampung Batik Semarang sudah menjadi ikon, kata dia, sebagian besar wisatawan yang datang ke Semarang dan ingin melihat kampung tematik tujuan pertamanya adalah Kampung Batik.

“Kalau yang dilihat hal positif, pasti ada keinginan wisatawan berkunjung ke kampung tematik lainnya. Sebaliknya, jika negatif, misalnya lingkungan kotor, penjual batiknya galak-galak, pasti wisatawan tidak akan ada niat berkunjung ke kampung tematik lain,” pesannya.

Source https://jateng.antaranews.com https://jateng.antaranews.com/berita/199628/kampung-batik-ikon-kampung-tematik-di-semarang
Comments
Loading...