Kain Batik Penutup Jenazah

0 477

Kain Batik Penutup Jenazah

Batik sendiri tidak hanya digunakan untuk kain penutup tubuh bagi kebanyakan masyarakat. Pada zaman dulu, setiap ibu sadar menyediakan sehelai kain merupakan bekal bagi anak yang dilahirkannya. Bagi anak perempuan, kain menjadi bekal dalam kehidupan rumah tangganya, sedangkan bagi laki-laki, kain merupakan mas kawin yang akan diberikan kepada calon istri, dan bagi orang tua, kain menjadi penutup jenazah atau bekal kubur pada saat meninggal nantinya.

Fungsi dan arti kain bagi masyarakat sangat berkaitan dengan sesuatu yang khas dengan adat istiadat, kepercayaan dan kebiasaan masyarakat tertentu. Kain juga mempunyai nilai yang berarti bagi masyarakat pendukungnya. Hal ini bisa dilihat dari motif dan hiasan pada kain yang berasal dari masing-masing daerah di Indonesia. Motif-motif kain tradisional diambil dari lingkungan alam sekitarnya. Namun, motif tersebut sangat dipengaruhi oleh kepercayaan maupun sejarah perkembangan masyarakatnya.

Motif batik untuk setiap siklus kehidupan berbeda-beda. Menariknya di sini adalah penggunaan kain batik untuk penutup jenazah. Jenazah ditutup dengan kain batik dan orang-orang yang memandikan jenazah dan membantu prosesi penguburan diberi ucapan terima kasih dengan kain batik pada zaman dahulu, tetapi untuk zaman sekarang sudah jarang ditemui.

Salah satu motif batik yang digunakan untuk kain penutup jenazah yaitu motif biren beras tompah dari Madura, batik ini digunakan untuk menutup jenazah secara turun-temurun. Motif daun biren dengan isian gambar beras tumpah ini menggunakan pewarna alam. Pencuciannya pun menggunakan bahan alami, remasan daun pepaya.

Kain batik penutup jenazah ada juga yang berasal dari daerah Palembang, Sumatera Selatan yaitu kain Semage Selumbung. Jenis kain ini khusus digunakan pada upacaran kematian, sebagai penutup atau selubung saat jenazah disemayamkan di rumah duka.

Selain dari daerah Palembang dan Madura, di daerah Bengkulu terdapat kain dengan motif rejang lebong tergolong sakral. Polanya berupa tulisan arab yang mudah dibaca. Walaupun begitu, tulisan arabnya tidak berasal dari Al Qur’an. Umumnya digunakan pada upacara adat pernikahan atau kematian (sebagai kain penutup mayat). Filosofi yang terkandung adalah mengenai hubungan manusia dengan Tuhan.

Source Kain Batik Penutup Jenazah Batik
Comments
Loading...