Kain Batik Majalengka

0 29

Kain Batik Majalengka

Persoalan bentuk dan desain motif batik tentunya tidak terlepas dari gramatika, dan sintaksis untuk menggambarkan tanda-tanda, serta hubungan dan keterkaitan antar unsur-unsur motif pendukungnya. Seperti denotasi berkaitan dengan apa arti motif; struktur desain motif, pragmatik melukiskan motif yang menggerakkan motivasi kreatif para desainer serta pengaruh wujud visual motif batik tersebut terhadap apresiator dan pengguna.

Di samping bentuk motif pada kain Batik Majalengka, juga unsur bahan dan teknik, tentunya sangat menentukan sikap dan reaksi-reaksi intelektual serta emosional manusia sebagai pelaku budaya, khususnya emosi manusia sebagai desainer, pembatik, maupun pengguna kain batik tersebut. Disadari ataupun tidak, motif batik tradisional tersebut memungkinkan pula adanya keterkaitan prilaku sosial maupun individual dengan apa yang telah diciptakan para desainer tentang arti yang telah para desainer atau pembatik berikan terhadap corak batik tersebut.

Terkait dengan persoalan tanda, sebuah kain batik motif tradisional Majalengka, di dalamnya memiliki beraneka sistem tanda yang sebagian besar menjelma lewat indra penglihatan seperti: bentuk motif dan susunan dari unsur-unsur pembentuknya, ukuran, material-bahan, warna, komposisi jarak/skala dan proporsi masing-masing unsurnya. Denotasi primer kain batik tersebut yang dianggap sebagai tanda adalah fungsi objek tersebut, dan sebagai denotasi sekundernya (konotasi) adalah pakem (konvensionalitas); struktur bentuk dan cara pembuatan, keaslian, keakraban tema, keserasian dalam pemakaian, suasana mengesankan, megah, anggun, wibawa dan lain sebagainya.

Source http://asbunan-dedel.blogspot.co.id/
Comments
Loading...