Kain Batik di Atas Denim

0 214

Kain Batik di Atas Denim

Batik merupakan identitas bangsa Indonesia, dan ekspresi budaya Indonesia yang sudah ada sejak zaman kerajaan majapahit. Batik kembali digemari karena banyak wirausahawan yang kreatif mendesain batik sehingga kain batik kaya akan motif dan warnanya semakin beragam sehingga menarik minat konsumen dan batik dari waktu ke waktu terus mengalami perkembangan. Semenjak dikukuhkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO, beragam corak dan inovasi yang lebih modern dibuat pula. Apalagi sekarang ini batik sudah dikombinasi dengan kain denim, kreativitas tersebut memang pantas diberikan penghargaan karena selain melestarikan budaya juga memperkenalkan kepada mancanegara bahwa inilah seni nusantara Indonesia. Zaman dahulu kain batik selalu dipadupadankan dengan kebaya sehingga batik terkesan sangat formal. Tapi sekarang padu padan batik sangat bervariasi dan kreatif sehingga batik bisa menjadi busana casual, seperti jenis batik yang akan kita bahas sekarang: batik berbahan dasar denim.

Teknik membatik batik denim sebenarnya tidak berbeda dengan teknik membatik yang biasanya, bedanya hanya pada penggunaan bahan dasar kainnya dan pembuatannya tidak begitu mudah. Tantangannya adalah proses pelekatan lilin malam akan lebih sulit, karena cairan lilin harus menembus bahan denim yang relatif lebih tebal. Kondisi cairan lilin harus dijaga agar bisa menembus jeans tetapi tidak mblobor (melebar) ke samping motif. Prosesnya kurang lebih sama dengan kain lainnya, menggunakan peralatan membatik seperti biasanya seperti kompor, wajan, lilin batik/malam/wax,  naphtol, soda, garam diazo, cetakan batik, dan bahan denim. Untuk proses pewarnaan kain dapat menggunakan cara alami dan kimiawi. Dalam hal warna batik biasanya juga yang digunakan warna yang paling dominan dan lagi trend dalam batik dengan warna yang cerah, biasanya menggunakan warna – warna alami. Pewarnaan alami dengan menggunakan zat pewarna alami yang berasal dari berbagai tanaman seperti tanaman soga, daun mangga, daun jambu, kulit mahoni dan sebagainya.

Untuk proses pewarnaan kain sebaiknya mencelupkan warna dari warna yang paling cerah  kemudian ke warna yang lebih gelap, bukan sebaliknya. Setelah proses pewarnaan selesai maka dilakukan proses pelorotan maksudnya menghilangkan malam yang ada dikain dengan merendam kedalam air panas ditambah soda abu agar lilin/malam yang menempel pada kain menjadi luruh. Teknik ini hanya memberikan malam pada pola batik, kemudian ketika proses pelorotan, warna denim pada daerah yang di-malam akan terangkat. Dan teknik ini pula akan mempertahankan warna asli batik (daerah yang tidak dimalam, warna denimnya tetap). Kemudian dilakukan proses pencerahan warna dengan menggunakan kwastik soda agar warna yang sudah meresap dalam kain menjadi lebih tahan lama dan tidak luntur. Lembaran kain denim yang sudah menjadi kain batik tadi bisa dijemur dengan diangin-anginkan hingga kering.

Source Kain Batik di Atas Denim Batik
Comments
Loading...