Jumlah Pengrajin Batik Betawi Masih Minim

0 16

Ana Setyaningsih selalu pengelola Gerai Batik Dekranasda Jakarta Pusat menyatakan jumlah pengrajin batik khas Betawi masih minim. Hal itu diketahuinya saat mempelajari kesenian batik melalui Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Pengrajin batik khas Betawi yang saya tahu di Jakarta hanya sekitar 15 orang saja.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah pengrajin batik Nusantara yang lain seperti Pekalongan yang sangat sering ditemui di kawasan Thamrin City. Keprihatinannya terkait sedikitnya pengrajin yang mau melestarikan salah satu kebudayaan Betawi itu menyebabkan dirinya berani untuk melestarikan budaya khas Betawi meski dirinya tak berasal dari Jakarta.

Bahan-bahan batik dibelinya dari daerah Jogjakarta. Oleh karena limbah batik yang notabene berbahan kimia dilarang di Jakarta, Ana terpaksa membeli bahan kain yang sudah diwarnai hingga kemudian digambar motif sendiri olehnya. Kualitasnya memakai yang terbaik, yang paling halus kainnya (berjenis) primisima dan prima 70/90, itu konstruksi kerapatannya yang paling halus, bahannya dari Jogja. Karena, kebanyakan yang beli pejabat Pemprov dan PNS DKI.

Ana mengungkapkan, baru 4 tahun menggeluti bisnis batik khas Betawi. Meski begitu, sudah banyak pihak-pihak terutama perwakilan Abang None (Abnon) yang memesan batik kepadanya. Waktu tahun 2013 kebetulan jadi sponsor untuk Abnon Jakarta Timur, tahun 2015 Abnon Jakarta Pusat, tahun ini Jakarta Timur dan Selatan tahun ini mau ngajuin.

Aneka ragam busana khas Betawi dijualnya dengan harga yang bervariatif, seperti misalnya kain batik dengan panjang 2,5 x1,15 meter dijual dengan harga antara Rp 170.000 – 250.000, baju blues seharga Rp 150.000 – 200.000, sedangkan batik tulis seharga Rp 550.000.

Source http://wartakota.tribunnews.com/2018/01/19/jumlah-pengrajin-batik-betawi-masih-minim http://wartakota.tribunnews.com
Comments
Loading...