Jogja Batik Parade

0 144

Jogja Batik Parade

Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menyelenggarakan acara Jogja Batik Parade sebagai bagian dari kegiatan Festival Jogja Kota Batik Dunia 2017. Jogja Batik Parade digelar di sepanjang Jalan Malioboro beberapa waktu lalu. Event ini melibatkan puluhan desainer, produsen serta pengrajin batik di Yogyakarta ini menjadi tontonan menarik bagi warga  maupun wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta. Jogja Batik Parade menjadi salah satu cara guna mempertahankan eksistensi Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang telah ditetapkan oleh World Craft Council pada 2014 lalu.

Dalam acara Jogja Batik Parade ditampilkan beragam karya batik mulai dari Batik Konvensional hingga rancangan modern. Puluhan desainer, produsen dan perajin batik ikut ambil bagian dalam parade tersebut. Konten-konten yang dipertontonkan dalam Jogja Batik Parade menggambarkan  sejarah perkembangan batik mulai dari jaman Panembahan Senopati yang menciptakan motif klasik parang hingga berkembang menjadi motif-motif modern yang dijumpai saat ini. Cerita sejarah batik mulai dari Motif Klasik hingga Motif Kontemporer tergambar jelas melalui beberapa kontingen yang menunjukkan kreasi mereka di sepanjang Jalan Malioboro. Dalam parade tersebut masyarakat berkesempatan menyaksikan suguhan kesenian berupa tari ambatik yang dibawakan oleh Sinomulan Dancer. Tarian ini menggambarkan proses membatik mulai dari berupa kain putih hingga menjadi selembar kain batik nan cantik. Proses ini dilakukan oleh kaum perempuan. Batik memang identik dengan perempuan sebagaimana yang digambarkan oleh tari ambatik tersebut. Keanggunan dan kelembutan perempuan menggambarkan sifat mengayomi yang dimiliki oleh seorang ibu. Melalui batik perempuan memberikan sandangan atau pakaian bagi suami dan anak-anaknya. Selain dapat menyaksikan tari ambatik masyarakat juga dapat menyaksikan ibu-ibu yang sedang melakukan proses mencanting di sepanjang Jalan Malioboro. Ibu-ibu tersebut merupakan anggota dari kelompok batik tulis Giriloyo, Imogiri, Bantul.

Putra Pataka Batik menampilkan Motif Klasik Parang yang menjadi Motif Pusaka di Yogyakarta. Batik Parang menggambarkan jalinan yang tidak pernah putus. Dalam arti sebagai upaya untuk memperbaiki diri, upaya memperjuangkan kesejahteraan dan bentuk pertalian keluarga. Motif parang merupakan motif paling tua yang diciptakan oleh Raja Mataram I yaitu Panembahan Senopati.

Event Jogja Batik Parade dimaksudkan sebagai sarana untuk dapat meningkatkan kerjasama antara perajin dengan komunitas desainer, peraga serta pelaku usaha. Di samping itu, sebagai upaya nyata dalam melestarikan dan mengembangkan citra batik sehingga mampu menciptakan aneka produk batik  fashionable yang mampu bersaing di pasaran. Parade ini menyatakan optimisme dan tekad untuk selalu mengembangkan batik. Jogja Batik Parade memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perjalanan sejarah batik. Berawal dari Batik Klasik Motif Parang ciptaan Raja Mataram Islam I, Panembahan Senopati hingga berkembang menjadi batik kontemporer yang ada saat ini.

Perkembangan motif batik  menunjukkan bahwa budaya Jawa merupakan budaya yang maju karena mampu menerima perubahan sehingga batik tetap eksis sampai saat ini. Batik telah bertransformasi dari sebuah karya klasik menjadi karya kontemporer yang lebih berwarna. Baik Motif Klasik maupun Kontemporer keduanya merupakan hasil karya seni yang layak mendapat apresiasi. Batik Motif Klasik harus tetap dipertahankan sedangkan Motif Kontemporer yang merupakan bagian dari kreatifitas perajin perlu didorong untuk dapat berkembang terus.

Source Jogja Batik Parade Batik
Comments
Loading...