Jenis Dan Fungsi Batik Desa Bekonang

0 135

Jenis Dan Fungsi Batik Desa Bekonang

Batik dari daerah Bekonang, Kabupaten Sukoharjo menurut periode perkembangan dibagi menjadi tiga pola kreasi, pola gabungan, dan pola sugesti alam. Pola kreasi merupakan pola yang masih mengacu pada pakem keraton. Pola gabungan merupakan pola yang terdiri dari pola keraton sebagai alas dan pola petanen sebagai selingan. Pola sugesti alam merupakan pola yang penggamabarannya sesuai dengan ide dasar alam sekitar. Menurut teknik dan proses pembuatannya, batik Bekonang terdiri dari tiga jenis, yaitu batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi. Batik tulis merupakan batik yang teknik pembuatannya menggunakan canting manual. Batik cap merupakan batik yang dalam pembuatannya menggunakan teknik cap atau stempel. Sedangkan, batik kombinasi merupakan batik yang pembuatannya menggabungkan dua buah teknik, yaitu canting manual dan cap atau stempel.

Ketiga jenis batik Bekonang tersebut membutuhkan bahan yang sama, yaitu kain mori bertekstur halus. Kain mori yang sering digunakan sebagai bahan pembuat Batik Bekonang adalah jenis kain mori primissima dan prima. Alat yang digunakan untuk membuat batik Bekonang ada dua, yaitu canting dan cap atau stempel. Canting merupakan alat yang digunakan dalam proses pembuatan batik tulis, sedangkan cap atau stempel yang terbuat dari tembaga digunakan untuk memproduksi batik dengan teknik cap. Hasil yang didapatkan dari kedua alat ini berbeda. Jika pada penggunaan canting, didapatkan hasil batik yang tidak rapi, maka pada penggunaan cap, hasil batik yang didapatkan lebih berpola rapi. Namun, dalam segi harga jual batik tulis lebih unggul dari pada batik cap atau kombinasi.

Di daerah Bekonang, jenis batik masih didominasi oleh jenis batik tulis dari pada batik cap atau kombinasi. Pada tahun 1960-an, Batik Bekonang masih mengadopsi pola batik keraton. Pada tahun 1975- an, Batik Bekonang mulai menggunakan pola selingan. Setelah tahun 1980-an, Batik Bekonang menggunakan pola hewan dan tumbuhan. Sumber ide pembuatan pola Batik Bekonang adalah lingkungan alam sekitar Bekonang. Batik Bekonang memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai busana, sebagai aksesoris, dan sebagai pelengkapan dalam upacara. Sebagai busana, Batik Bekonang terus mengalami perkembangan. Batik Bekonang yang dulunya hanya dijadikan sebagai kain jarik, sekarang telah berkembang sebagai busana sehari-hari. Batik Bekonang sebagai aksesoris, mulai digunakan sekitar tahun 1990-an, yaitu penggunaan kain jarik sebagai scraf atau tas.

Source file:///C:/Users/User/Downloads/32-43-1-SM.pdf
Comments
Loading...