Jenis Batik Indonesia Berdasarkan Sisi Motifnya

0 34

Jenis Batik Indonesia Berdasarkan Sisi Motifnya

Batik Indonesia adalah seni menghias kain menggunakan canting dan cairan lilin malam, berikut teknik serta metode khusus, sehingga mampu menghasilkan corak khas bernilai seni tinggi. Teknik membatik sebenarnya sudah banyak diterapkan jauh sebelum mulai masuk ke Nusantara.

Terutama di negara-negara bagian Timur Tengah seperti Mesir, Turki, India, China, juga Jepang. Hanya Indonesia yang berhasil mengembangkan metode serta teknik membatik hingga sedemikian kompkleksnya. Keindahan batik dari Indonesia sudah tersebar hingga ke penjuru dunia.

Batik Indonesia telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009. Namun, penetapan tersebut perlu upaya keras. Batik sendiri pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto di Konferensi PBB. Kesenian batik Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok. Seni membatik keraton (Surakarta dan Yogyakarta) dan seni membatik pesisir.

Batik Motif Keratonan

Corak keraton memiliki arti bernilai filosofi, sarat akan makna kehidupan, khas produk pengrajin nusantara. Coraknya terkesan rumit, halus. Serta banyak didominasi oleh warna-warna seperti biru, kuning muda, atau putih. Beberapa corak keratonan yang terkenal antara lain pola Panji (abad ke-14), Gringsing (abad ke-14), corak Kawung ciptaan Sultan Agung (1613-1645), Parang, serta anyaman seperti Tirta Teja.

Motif Batik Indonesia daerah Pesisir.

Desainnya seperti sebuah katalis dari keratonan. Pesisiran memiliki corak lebih bebas serta kaya akan warna. Para pengrajin bebas dalam berkarya, maksudnya mereka terikat dengan aturan seperti keratonan. Kelemahan terletak arti filosofi di setiap goresan. Hal ini disebabkan desain pesisiran Indonesia banyak menyerap berbagai kebudayaan dari luar.

Budaya ini banyak dibawa oleh pedagang-pedagang asing dan juga para penjajah. Ciri khas batik pesisir dipengaruhi masyarakat Tionghoa. Mereka juga mempopulerkan munculnya corak burung phoenix pada daerah pesisiran.

Bangsa penjajah Eropa juga turut ambil peran dalam perpaduan budaya Indonesia tersebut. Hasilnya, muncul corak bunga-bunga yang sebelumnya tidak dikenal seperti bungan tulip, serta warna kesukaan mereka yaitu biru.

Batik yang sering digunakan untuk acara-acara adat adalah kain dengan motif tradisional. Selain coraknya lebih menawan, makna dari setiap goresan garis dan titik pada kain lebih mengena sebagai perlambangan kebudayaan Indonesia.

Source https://qlapa.com/ https://qlapa.com/blog/batik-indonesia
Comments
Loading...