Jenis Batik Berdasarakan Nama Daerah 

0 67

Jenis Batik Berdasarakan Nama Daerah

Kesenian batik merupakan kesenian lukis yang digoreskan di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam keraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar keraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing. Berikut jenis batik berdasarkan nama daerah:

Batik Pekalongan

Batik Pekalongan termasuk batik pesisir yang paling kaya akan warna. Ciri khas batik pesisir, ragam hiasnya biasanya bersifat naturalis. Motif batik Pekalongan sangat bebas, dan menarik, meskipun motifnya terkadang sama dengan batik Solo dan Yogya, seringkali dimodifikasi dengan variasi warna yang atraktif.

Batik Tiga Negeri

Motif batik Tiga Negeri merupakan gabungan batik khas Lasem, Pekalongan dan Solo, pada jaman colonial wilayah memiliki otonomi sendiri dan disebut negeri. Yang membuat batik ini memiliki nilai seni tinggi adalah prosesnya.Kononmenurut para pembatik, air disetiap daerah memiliki pengaruh besar terhadap pewarnaan, dan ini masuk akal karena kandungan mineral air tanah berbeda menurut letak geografisnya. Maka dibuatlah batik ini di masing-masing daerah.

Pertama, kain batik ini dibuat di Lasem dengan warna merah yang khas, seperti merah darah. Setelah itu kain batik tersebut dibawa ke Pekalongan dan dibatik dengan warna biru, dan terakhir kain diwarna coklat sogan yang khas di kota Solo. Mengingat sarana transportasi pada zaman itu tidak sebaik sekarang, maka batik Tiga Negeri ini dapat dikatakan sebagai salah satu masterpiece batik.

Batik Banyumas

Perkembangan batik  di Banyumas berpusat di daerah Sukaraja dibawa oleh pengikut-pengikut Pangeran Diponegoro setelah selesainya peperangan tahun 1830, mereka kebanyakan menetap didaerah Banyumas. Pengikutnya yang terkenal waktu itu ialah Najendra dan dialah mengembangkan batik celup di Sokaraja.Bahan mori yang dipakai hasil tenunan sendiri dan obat pewarna dipakai pohon tom, pohon pace dan mengkudu yang member wana merah kesemuan kuning.

Lama kelamaan pembatikan menjalar pada rakyat Sokaraja dan pada akhir bad ke-XIX berhubungan langsung dengan pembatik didaerah Solo dan Ponorogo. Daerah pembatikan di Banyumas sudah dikenal sejak dahulu dengan motif warna khususnya dan sekarang dinamakan batik Banyumas. Seelah perang dunia kesatu pembatikan mulai pula dikerjakan oleh Cina disamping mereka dagang bahan batik.

Batik Ciamis

Pembatikan dikenal di Ciamis sekitar abad ke-XIX setelah selesainya peperangan Diponegoro, dimana pengikut-pengikut Diponegoro banyak yang meninggalkan Yogyakarta, menuju ke selatan. Sebagian ada yang menetap didaerah Banyumas dan sebagian ada yang meneruskan perjalanan ke selatan dan menetap di Ciamis dan Tasikmalaya sekarang. Mereka ini merantau dengan keluarganya dan ditempat baru menetap menjadi penduduk dan melanjutkan tata cara hidup dan pekerjaannya.

Sebagian mereka ada yang ahli dalam pembatikan sebagai pekerjaan kerajinan rumah tangga bagi kaum wanita. Lama kelamaan pekerjaan ini bisa berkembang pada penduduk sekitarnya akibat adanya pergaulan sehari-hari atau hubungan keluarga. Bahan-bahan yang dipakai untuk kainnya hasil tenunan sendiri dan bahan catnya dibuat dari pohon seperti : mengkudu, pohon tom, dan sebagainya.

Batik Betawi

Pembatikan di Jakarta dikenal dan berkembangnya bersamaan dengan daerah-daerah pembatikan lainnya yaitu kira-kira akhirabad ke-XIX.Pembatikan ini dibawa oleh pendatang-pendatang dari Jawa Tengah dan mereka bertempat tinggal kebanyakan didaerah-daerah pembatikan. Daerah pembatikan yang dikenal di Jakarta tersebar didekat TanahAbang yaitu : Karet, Bendungan Ilir dan Udik, Kebayoran Lama, dan daerah Mampang Prapatan serta Tebet.

Jakarta sejak zaman sebelum perang dunia kesatu telah menjadi pusat perdagangan antar daerah Indonesia dengan pelabuhannya Pasar Ikan sekarang. Setelah perang dunia kesatu selesai, dimana proses pembatikan cap mulai dikenal, produksi batik meningkat dan pedagang-pedagang batik mencari daerah pemasaran baru. Daerah pemasaran untuk tekstil dan batik di Jakarta yang terkenal ialah : Tanah Abang, Jatinegara dan Jakara Kota, yang terbesar ialah Pasar Tanah Abang sejak dari dulu sampai sekarang. Batik-batik produksi daerah Solo, Yogya, Banyumas, Ponorogo, Tulungagung, Pekalongan, Tasikmalaya, Ciamis dan Cirebon serta lain-lain daerah, bertemu di pasar Tanah Abang dan dari sini baru dikirim kedaerah-daerah diluar Jawa. Pedagang-pedagang batik yang banyak ialah bangsa Cina dan Arab, bangsa Indonesia sedikit dan kecil.

Batik Luar Jawa

Dari Jakarta, yang menjadi tujuan pedagang-pedangang di luar Jawa, maka batik kemudian berkembang di seluruh penjuru kota-kota besar di Indonesia yang ada di luar Jawa, daerah Sumatra Barat misalnya, khususnya daerah Padang, adalah daerah yang jauh dari pusat pembatikan dikota-kota Jawa, tetapi pembatikan bisa berkembang didaerah ini. Sumatra Barat termasuk daerah konsumen batik sejak zaman sebelum perang dunia kesatu, terutama batik-batik produksi Pekalongan (saingnya) dan industri tenun tangan yang terkenal “tenun Silungkang” dan “tenun plekat”.

Pembatikan mulai berkembang di Padang setelah pendudukan Jepang, Dimana sejak putusnya hubungan antara Sumatra dengan Jawa waktu pendudukan Jepang, maka persediaan-persediaan batik yang ada pada pedagang-pedagang batik sudah habis dan konsumen perlu batik untuk pakaian sehari-hari mereka. Diambah lagi setelah kemerdekaan Indonesia, dimana hubungan pedagang-pedangang batik yang biasa hubungan dengan pulau Jawa menari jalan untuk membuat batik sendiri.

Source https://evinoviharyanti.wordpress.com/ https://evinoviharyanti.wordpress.com/2013/12/09/21/
Comments
Loading...