Jelajah Motif Batik Daun Singkong Dan Kupu-Kupu di Bondowoso Republik Kopi

0 5

Jelajah Motif Batik Daun Singkong Dan Kupu-Kupu di Bondowoso Republik Kopi

Dalam Journal Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016, Edisi Yudisium Periode Pebruari 2016, halaman 10-18 Gian Bifadlika, Irma Russanti, Pengembangan Motif Batik Bondowoso Di Pengrajin “Batik Lumbung”, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menjabarkan, bahwa Bondowoso ditemukan banyak jenis batik yang berasal dari Bondowoso. Diantara jenis batik yang kini terus berkembang adalah batik motif Singkong, Batik Kupu-Kupu, Batik Capung, Batik Ilalang, Batik Cabe, Batik Stroberi, Batik Kacang Makadamia, Batik Singo Ulung, Batik Tembakau dan Batik Kopi.

Daerah yang dulunya tidak memiliki sejarah batik, kini mulai mengembangkan batik khas daerahnya dengan menuangkan potensi alam maupun ikon daerahnya sebagai motif batiknya. Dalam Jurnal hasil obesrvasi tersebut, Kabupaten Bondowoso, sudah lama memiliki batik khas sendiri sejak tahun 1984. Moif batik khas Kabupaten Bondowoso ini mengangkat tema tumbuhan singkong.

Tanaman  Singkong, di Bondowoso diproduksi menjadi jenis makanan tapai. sejak dahulu, tapai berhasil membawa nama Bondowoso menjadi “Kota Tapai”. Singkong merupakan komoditi unggulan di Kabupaten Bondowoso. Beralasan jika Tapai menjadi jenis motif batik khas Bondowoso.

Seiring dengan perkembangan zaman, batik khas Kabupaten Bondowoso tersebut dikenal masyarakat dengan motif batik daun singkongnya. Melihat hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso pada tahun 2009 mengukukuhkan motif batik Daun Singkong sebagai motif batik khas Kabupaten Bondowoso.

Pengukuhan motif batik Daun Singkong itu, sebagai motif batik khas Kabupaten Bondowoso berefek pada potensi batik khas Bondowoso semakin meningkat hingga kini. Karena, terus memaju para pengrajin batik yang ada untuk terus mengembangkan motif batik khas Bondowoso. Sehingga motif batik yang dihasilkan oleh para pengrajin batik di Kabupaten Bondowoso, tidak terbatas pada motif batik daun singkong semata. 

Semua ini, dibuktikan dengan munculnya beberapa motif batik hasil perkembangan para pengrajin Kabupaten Bondowoso antara lain motif batik Kupu-Kupu, Capung, Ilalang, Cabe, Stroberi, Kacang Makadamia, Singo Ulung, Tembakau dan Batik Bondowoso Republik Kopi atau Batik BRK. 

Sejarahnya, Batik Daun Singkong mengalami perubahan desain. Namun, masih jelas terlihat secara keseluruhan mengarah keatas dari bagian pinggiran motif batik. Susunan ornamen daun singkong setelah dikembangkan dibuat lebih renggang dan sedikit berjauhan. Dalam pengembangannya bentuk ujung setiap helaian pada ornamen daun singkong menjadi lebih runcing dan sedikit meliuk. Penambahan batang pada bagian pangkal daun berupa ornamen ukel juga menambah variasi pada motif daun singkong. Ornamen daun singkong setelah dikembangkan dibuat tiga warna sehingga memberi kesan adanya center of interest dalam setiap ornamen daun singkong. 

Batik selanjutnya yang ada di Kabupaten Bondowoso adalah Batik Kupu-Kupu. Pada batik ini susunan antar ornamen masih terlihat sama antara batik sebelum dikembangkan dan sesudah dikembangkan.  Hal itu terlihat pada bagian penyusunan ornamen daun singkong dan Kupu-Kupu berjajar keatas dalam setiap jenisnya. Namun, terdapat sedikit perbedaan pada gambaran garis yang membatasi tempat ornamen daun singkong dan kupu, garis yang sebelumnya lurus dibuat meliuk-liuk dan semakin keatas semakin mengerucut atau mengecil.

Ornamen Kupu-Kupu sebagai ornamen utama kedua dalam pengembangannya terlihat pada bentuk sayap kupu-kupu yang beragam antara kupukupu satu dengan yang lain. Ornamen kupu-kupu setelah dikembangkan dibuat lebih beragam bentuk. Ornamen Kupu-Kupu setelah dikembangkan membentuk Kupu-Kupu yang sedang beterbangan kesegala arah dengan sayap yang terlihat penuh ataupun yang terlihat dari samping seekor Kupu-Kupu.

Source https://www.timesindonesia.co.id/ https://www.timesindonesia.co.id/read/157787/20171001/215953/jelajah-motif-batik-daun-singkong-hingga-kupukupu-di-bondowoso-republik-kopi/
Comments
Loading...