Jasa Penyewaan Pacar Di Jepang, Diburu Demi Sebuah Pengakuan

Money can’t buy love, but money can buy the appearnce of love. But how? Kenapa orang-orang rela ngerogoh dompet buat ngedapetin jasa ini?

 

Kabarnya delapan tahun lalu di Jepang ada anak yang di-bully karena nggak punya ayah, jadi ibunya punya ibu buat nyewa laki-laki yang berpura-pura jadi ayah anaknya tiap ada pertemuan wali di sekolah. Kejadian ini menginspirasi lahirnya bisnis sewa fake boyfirend, best friend, coworkers, husband, wife, bahkan parents yang tahun ini makin popular di Negeri Sakura. Hal ini nggak cuma berlaku buat faking status di dunia nyata lho, some people would do it demi feeds social media‘An increasing number of people don’t want their parents or friends to think they have only few friends,’ kata Yuichi Ishii, direktur perusahaan jasa Studio Innovation Inc. Seperti dilansir dari The Japan Times sambil ngejelasin kalo rekuesnya tiap tahun bertambah terus dan 60% klien mereka adalah perempuan.

Request klien nggak cuma berdasarkan usia dan jenis kelamin tapi bisa juga kostum dan hal-hal spesifik lainnya. Udah ada sekitar 800an lebih para pekerja yang menawarkan jasa mereka. Bisnis ini nimbulin banyak kontroversi pastinya. Sebagian setuju karena alasan it’s a good thing bantu orang biar nggak terisolasi dari lingkungan karena mau diakui atau nggak, karena harus diakui seringkali status marital, keluarga dan relationship juga ngaruh sama posisi kita di mata masyarakat. Buat mereka yang nolak bisnis ini, pastinya karena alasan kalo kebiasaan bohong soal status demi diterima masyarakat dan dapet like banyak bakal bikin mental kita jadi nggak sehat.

Karena meski nggak berlaku buat semua kalangan, sebagian dari kita ngerasa butuh validasi dari orang lain, entah itu keluarga sampe rekan kerja. Malu dicap jomblo, gengsi ngaku kalo nggak punya banyak temen, capek di-bully sama temen karena masalah keluarga, sampe nggak terima kalo like di social media nggak sebanyak temen-temen kita. Rasa insecure ini senjata yang memicu lahirnya bisnis hiring acquaintance for any occasion nggak cuma di Jepang tapi di seluruh dunia.

 

IS THAT IMPORTANT?

It’s not! Ada banyak pendapat orang tentang diri kita, tapi nggak semuanya harus dimasukkin kepala. Kita harus nyalurin energi kita buat hal-hal yang penting. Kayak kritik yang membangun, masukan dari orang terdekat yang bikin kita mau jadi lebih baik, dan nerima kekurangan seperti kita nerima kelebihan kita dengan sempurna.

We need to value ourselves, tanpa terbebani sama apa yang orang lain pikirin. We are complete, we are beautiful, we are smart, we are matters to people, we are strong and we are loved. Kevin Tuazon pernah bilang ‘It’s being happy, without needing external validation. It’s about loving yourself through life’s highs and lows. There’s only one YOU in this world, so don’t conceal or fake that. Let the world see the real you because you’re worthy. Embrace yourself and celebrate who you are.’ Go girls!

Leave a Comment