Jarak Arum, Perajin Batik di Eks Lokalisasi Dolly

0 43

Jarak Arum, Perajin Batik di Eks Lokalisasi Dolly

Penutupan lokalisasi Dolly dua tahun lalu memang menimbulkan dampak ekonomi yang cukup terasa bagi sebagian warganya. Berbagai upaya dilakukan untuk menyambung hidup dengan rezeki yang halal. Salah satunya beralih menjadi perajin batik.

Manekin setengah badan berwarna hitam itu tidak dibiarkan terbuka. Selembar kain berukuran 2 meter menutupinya dengan lilitan menyerupai gaun pesta.

Warna oranye terang dengan hiasan corak batik cukup mengundang mata untuk memperhatikannya. Jika dilihat dengan saksama, gambar-gambar indah tampak menghiasi seluruh permukaannya.

Daun jarak dan kupu-kupu. Sang perajin menempatkan keduanya dengan serasi hingga membuat gaun tersebut tampak anggun. ’’Gambar ini ada maknanya,’’ ujar Fitria Anggraini.

Ketua paguyuban perajin batik Jarak Arum itu menuturkan, batik yang melilit di tubuh manekin tersebut merupakan masterpiece. Daun jarak dan kupu-kupu melambangkan tempat tinggal para perajin batik itu.

Yaitu, di Jalan Jarak yang pernah digunakan sebagai sarang prostitusi di Surabaya. Di stan paling selatan pameran batik di Dyandra Convention Hall, karya terbaik Jarak Arum ditampilkan.

Namun, karya masterpiece itu tetap menjadi unggulan. Fitria dan kawan-kawannya sengaja menampilkan kain tersebut sebagai daya tarik.

Setelah penutupan lokalisasi dua tahun lalu, 13 warga membentuk kelompok untuk mendirikan batik Jarak Arum. Mereka belajar mengenai seni membatik dari pelatihan yang diadakan Pemkot Surabaya.

Sejak saat itu mereka terus memproduksi batik warna sintetis dengan ciri khas daun jarak. Penyelesaian satu kain batik pun beragam.

Berdasar tingkat kesulitan dalam penggambaran dan pewarnaannya. Corak sederhana dengan gambar besar-besar bisa selesai dalam waktu tiga hari.

Adapun corak rumit dengan detail kecil-kecil membutuhkan waktu lebih dari sebulan. ’’Ada atau tidak ada pesanan, kami tetap produksi,’’ jelas Umi Ningsih, salah seorang perajin.

Batik Jarak Arum cukup rajin diikutkan di berbagai pameran. Mulai pameran lokal hingga ke luar pulau. Misalnya, di Balikpapan dan Kupang beberapa waktu lalu.

Mereka menjual batik Rp 200 ribu–Rp 300 ribu untuk motif sederhana. Adapun batik dengan motif rumit dibanderol Rp 2,5 juta.

Untuk persiapan UN Habitat, para perajin batik Jarak Arum mendapat tantangan dari Pemkot Surabaya. Mereka diminta menyediakan 100 corak kain batik untuk dipamerkan kepada tamu internasional.

’’Setelah pameran ini, kami akan berusaha memenuhi pesanan pemkot,’’ kata Umi. Hingga kini, perajin Jarak Arum baru bisa membuat 50 corak batik. Padahal, waktu yang disediakan tinggal sebulan lagi.

Namun, mereka tetap berusaha agar batiknya bisa memukau para tamu asing. Lamanya pengerjaan sebenarnya bisa dimaklumi. Sebab, para perajin kekurangan alat untuk pewarnaan. Kini mereka hanya memiliki tiga wadah pewarnaan.

Padahal, mereka seharusnya minimal punya lima wadah. Para perajin sudah berusaha meminta bantuan ke pemkot. Namun, sekarang permintaan alat itu belum bisa dipenuhi.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/jpg-today/05/05/2016/jarak-arum-perajin-batik-di-eks-lokalisasi-dolly
Comments
Loading...