Jangan Salah, Majalengka pun Punya Kerajinan Batik

0 134

Jangan Salah, Majalengka pun Punya Kerajinan Batik

BICARA tentang batik tak hanya Solo atau Trusmi, Cirebon, kini Majalengka pun memiliki batik dengan ciri khas tersendiri baik warna ataupun coraknya. Kerajinan batik tersebut berada di Desa Loji, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka dan perajinnya adalah Entur Turwiyati. Turwiyati menekuni kerajinan batik sejak tahun 2007 dari mulai coba-coba dengan membuat batik sendiri hingga kini ia telah memiliki 21 orang pekerja dan batiknya sudah dipesan banyak pihak dari luar daerah, baik untuk kepentingan seragam kantor, seragam sekolah atau seragam untuk penyelenggaraan hajatan.

Harga pun bervariasi mulai dari Rp 50.000 per potong hingga seharga Rp 2.000.000 tergantung tingkat kesulitan membatik dan berapa lama proses membatik dilakukan serta berapa banyak malam habis untuk membuat sebuah batik tulis. Corak batik milik Entur ini nyaris tak pernah lepas dari gambar genteng atau lio dan cerobong asap pabrik genteng, alasannya itu adalah ciri khas Kabupaten Majalengka yang terkenal dengan produksi gentengnya.

Kini motif batik ada yang bergambar mangga gedong gincu yang juga sebuah ciri khas Majalengka, pohon bambu atau corak lainnya yang bisa nampak mewah atau indah untuk dilihat serta kain yang nyaman jika dipakai. Pembuatan batik, menurut Entur, ada yang sistem printing ada pula yang batik tulis asli terutama untuk memenuhi keinginan konsumen. Pemesan batik pun datang dari beberapa kabupaten kota seperti Cianjur, Cirebon serta Bandung Barat untuk kebutuhan seragam dinas. Untuk pesanan seperti itu Entur menyesuaikan dengan selera pemesan, karena pemesan terkadang menginginkan corak dan motif tersendiri.

Semakin banyak

Kini, menurutnya, pesanan batik semakin banyak, bahan baku kain dalam sebulan setidaknya menghabiskan sekitar 550 yard atau sekitar lebih dari 400 meter. Sayangnya kini Entur belum memiliki mesin pengering serta konveksi sendiri. Sehingga jika musim hujan baginya sulit untuk mengejar target pesanan karena sulitnya melakukan mengeringkan kain. Demikian juga dengan konveksi dia kni berencana untuk melatih sejumlah warga agar bersedia menjahit pakaian batik untuk dipasarkan kelak. Karena saat ini dia baru bisa memenuhi pesanan belum bisa memasarkan ke pasar umum karena minimnya pekerja.

Banyak warga yang diberikan pelatihan namun mereka tak serius untuk menekuni pekerjaan sebagai pembatik, kalau membatik tidak dengan hati sehingga hasilnya tidak maksimal. Entur pernah memberikan pelatihan hingga 60 orang peserta, namun yang serius mempelajari ternyata dibawah 30 orang saja.

Entur menuturkan, dirinya sempat malu dan kecewa ketika mengikuti sebuah pameran di Bandung, ketika itu Ketua Yayasan Batik Jawa Barat mengungkapkan kekecewaanya dengan menyebutkan kalau di Majalengka tidak ada perajin batik. Dia berharap, Ketua Yayasan Batik Jawa Barat bisa melihat langsung bagaimana industri batik yang ditekuni Entur dan berapa banyak pekerja yang beraktivitas di sanggaranya, sehingga tidak lagi menyebutkan batik Majalengka diperoleh dari luar, namun benar-benar diproduksi di Majalengka.

Source http://www.kabar-cirebon.com/ http://www.kabar-cirebon.com/2017/06/jangan-salah-majalengka-pun-punya-kerajinan-batik/
Comments
Loading...