Istimewanya Batik Besurek Bengkulu Hingga Go Internasional

0 158

Istimewanya Batik Besurek Bengkulu hingga Go Internasional

Bengkulu punya keunikan tersendiri jika kita berbicara tentang batik. Motif kaligrafi dengan ornamen flora dan fauna endemik seperti bunga Rafflesia Arnoldii dan bunga kibut hanya bisa ditemukan dalam ragam kreasi batik yang lebih dikenal dengan nama kain besurek. Doni Roesmandani merupakan salah seorang anak muda perajin kain besurek mengatakan, di tengah pasang surut perkembangan kain besurek, para perajin yang jumlahnya sangat terbatas saat ini mulai memasang target untuk lebih dikenal di mancanegara atau go internasional. Idealisme dan identitas lokal yang selalu dipertahankan dalam setiap lembar batik yang diproduksi merupakan modal utama. “Budaya Islam sangat lekat dengan seni kaligrafi dan keunikan lokal yang kami pertahankan dalam batik kain besurek ini sebagai modal untuk Go Internasional,” kata Doni. Desainer terkemuka Samuel Wattimena, dalam satu kesempatan di Bengkulu mengatakan, motif kaligrafi yang ada di kain besurek cuma bisa ditemukan di Bengkulu. Tinggal bagaimana para perajin lebih berani melakukan eksplorasi berupa permainan warna dan melihat selera pasar.

Pemerintah Kota Bengkulu sudah menetapkan 18 November sebagai Hari Batik kain besurek. Bahkan, ornamen kain besurek dijadikan ikon menuju Visit Bengkulu Years 2020. Pembinaan terus dilakukan, salah satunya oleh Bank Indonesia. Pelatihan peningkatan ketrampilan, manajemen pengelolaan produk serta mengikutkan batik kain besurek ke berbagai pameran tingkat nasional mengikutkan para perajin dari Bengkulu.

Untuk lebih memacu perkembangan dan melakukan pendampingan, Bank Indonesia melibatkan para mahasiswa terbaik penerima beasiswa yang tergabung dalam Generasi muda Bank Indonesia (GenBI) yang dilatih untuk mengelola pemasaran secara profesional. Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra mengatakan, jika tidak diperhatikan, kain besurek ini akan mengalami pasang surut. Apalagi gempuran kain industri yang diproduksi secara masal dengan harga murah sudah merambah motif kaligrafi ini dan digunakan oleh masyarakat Bengkulu.

Batik Indonesia sejak Oktober 2009, diakui sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia) oleh UNESCO. Salah satu pertimbangan Dewan Komite mengakui Batik Indonesia sebagai warisan budaya adalah kekayaan simbolisnya yang berhubungan dengan status sosial, komunitas lokal, alam, sejarah dan warisan budaya yang memberikan sense of identity untuk orang Indonesia dan keberlanjutannya sebagai komponen penting dari mulai kelahiran sampai kematian, serta terus berkembang tanpa kehilangan makna.

Source http://www.liputan6.com/ http://regional.liputan6.com/read/3152437/geliat-batik-pekalongan-dalam-ajang-internasional http://regional.liputan6.com/read/3064662/senyum-perajin-batik-kain-besurek-bengkulu-mulai-mengembang
Comments
Loading...