Istimewa Batik Mantaran dengan Motif Melon

0 10

Istimewa Batik Mantaran dengan Motif Melon

Rita Lestari (50), Ketua Kelompok Mantaran Batik Trimulyo mengatakan usaha kelompok batik Mantaran dimulai dari bulan Juli 2015. Rita pun menyatakan nama Mantaran dipakai atau dipilih untuk mengangkat nama Dusun Mantaran. Kelompok Batik Mantaran ini pun tidak memilih warna kimia karena berbahaya.

Motif melon khas Mantaran bisa dimodifikasi dengan motif Parijotho atau Parang. Motif batik khas Mantaran itu bernama motif melon dengan banyak motif seperti melon motif kawung, melon motif sigaran, dan motif melon daun. Selain itu, ada parang, kembang kupu, parijotho, dan motif kipas.

Aslinya petani melon, kalau pagi di sawah mengembangi melon, sore beraktifitas membatik. Untuk lebar batik, rata-rata dua meter. Ibu-ibu mengisi waktu dengan membatik setelah mengerjakan sawah mereka yang kebanyakan berprofesi sebagai petani melon.

Karena warna alam, membutuhkan proses berkali-kali untuk dicelup. Warna alam harga lebih tinggi karena butuh 8 kali celup. Butuh berulangkali untuk memunculkan satu warna. Warna-warna yang digunakan warna alam berasal dari tingi, jambal, tegeran, dan jolawe. Daun alpukat dan daun mangga.

Untuk pesanan batik, Rita menyebut tergantung pesanan, misal dari TK Salsabila dan Desperindag Sleman dengan rata-rata harga 180 ribu sampai 1 juta rupiah. Puluhan batik sudah dikirimkan Riau, Jakarta, dan Bandung. Biasanya untuk seragam SD, PNS, dan PKK.

Untuk proses satu kain batik tulis, Rita mengatakan butuh waktu yang tidak ditentukan. Untuk batik cap, butuh seminggu. Ia pun memberikan saran agar kain batik awet. Rita pun menyebut Pemerintah memang sedang menggalakkan batik dengan pewarna alam. Ia pun berkeinginan menjual secara online karena tantangan zaman sekarang.

Source https://www.bernas.id/ https://www.bernas.id/65149-istimewa-batik-mantaran-dengan-motif-melon.html
Comments
Loading...