Isi Waktu, 60 Siswa Belajar Membatik

0 28

Isi Waktu, 60 Siswa Belajar Membatik

Mengisi waktu luang di bulan Ramadan bisa dengan banyak hal. Seperti yang dilakukan siswa SMK 17 Kota Magelang. Mereka mengisinya dengan membatik. Jari jemari Rahayu Dwi Utami, 17, dengan cekatan membuat warna biru tua di atas kain batik berwarna biru langit selebar dua meter. Di atas kain ini sudah tergambar motif kembang pinus yang didesain Nias Niranda, 17. Tidak hanya gadis asal Permitan, Mertoyudan, ini yang membuat warna di kain batik. Ada puluhan siswa lain yang juga ikut pewarnaan.

Sebagian murid lain melakukan pelunturan malam dengan air dan menjemur di bawah terik matahari. Mereka sibuk membuat batik di halaman sekolah setempat, kemarin. Mereka sibuk belajar membatik, yang nantinya batik-batik tersebut akan dijadikan seragam identitas sekolah mereka. Ada dua motif batik, yakni kembang pinus dan kupu-kupu. Motif kembang pinus didesain Nias Niranda, sedangkan motif kupu-kupu didesain Amelia Anugerah Rahayu. Karya mereka terpilih dari 56 desain yang dilombakan sebelumnya. “Benar, kami mendapat tugas untuk membuat desain motif batik. Desain ini dikumpulkan dan diseleksi mana yang bagus.

Akhirnya terpilih dua desain itu yang kemudian bersama-sama kami jadikan batik,” ujar Nias.Nias mengaku, senang desainnya dapat terpilih. Apalagi ke depan kain yang sudah selesai dibatik ini akan dibuat menjadi seragam sekolah. Menurutnya, hal ini menjadi penghargaan yang membanggakan. “Jelas senang, kan nanti bajunya dipakai di sekolah,” kata siswa kelas XI ini. Proses pembuatan batik ini, kata Kepala SMK 17 Kota Magelang Widodo, tidak secara instan jadi dalam satu hari. Proses sudah dilakukan sejak sekitar dua bulan lalu dengan permulaan pembuatan desain.

Selanjutnya proses mencanting, pewarnaan, sampai nanti pelunturan malam. Total siswa yang ikut membatik 60 siswa. Semua berasal dari kelas XI dan sedikit dari kelas X. Mereka melakukannya di masa liburan sekolah dan bulan puasa, sehingga dapat mengisi waktu luang itu dengan kegiatan positif. “Agar hasilnya bagus, kami gandeng dua pelatih membatik dari Magelang, yakni Kaji Habib dan Untung Laluna. Mereka dengan sabar mengajari anak-anak cara membatik, sehingga hasilnya baik. Setelah jadi, batik ini akan dipakai untuk seragam sekolah di hari Sabtu,” ungkapnya.

Source https://radarjogja.co https://radarjogja.co/2016/06/16/isi-waktu-60-siswa-belajar-membatik/
Comments
Loading...