Isabel Marant Pamer Koleksi Batik di Paris

0 62

Isabel Marant pamer koleksi batik di Paris

Kain batik sebagai wastra Nusantara sejak lama mampu menginspirasi, apalagi bagi para pecinta dan pelaku industri mode. Bahkan inspirasi bukan hanya diperoleh industri lokal, juga beberapa perancang mode kelas dunia.

Salah seorang perancang mancanegara yang populer karena eksplorasinya terhadap batik adalah Isabel Marant. Perancang asal Prancis ini meluncurkan koleksi untuk label keduanya setelah Isabel Marant, Etoile, di Paris Fashion Week 2018.

Namun demikian, bukan hanya batik yang menonjol pada koleksi terbarunya ini. Ada sejumlah pengaruh budaya asing lain meski batik Indonesia paling kuat terlihat.

Dilansir Harper’s Bazaar Indonesia, Isabel lewat Etoile mencoba bermain dengan keunikan kain batik. Setidaknya ada dua model rancangan pakaian perempuan dalam balutan pesona kain batik.

Pertama, gaun pendek berlengan balon dengan ukuran super besar. Gaun ini dibuat dengan kerah tinggi berwarna merah kecokelatan sehingga menutupi seluruh bagian leher sang model, Sara van der Hoek.

Sedangkan bagian lengan dibuat panjang hingga menyentuh pergelangan dengan sedikit bagian berwarna merah terang.

Kedua, ada kemeja lengan pendek dengan motif senada yang dibawakan oleh model Sasha Pivovarova. Kemeja ini dibuat dengan ukuran besar sehingga menampilkan kesan maskulin karena dikenakan dengan paduan celana olahraga berwarna merah sehingga menambah kesan sporty.

Ditulis WWD, Marant mengakui terinspirasi oleh keunikan batik dari Indonesia. Kedua pakaian tersebut dibuat dengan menggunakan kain batik dari Indonesia.

“Ini dibuat untuk gaya harian, akhir pekan, pakaian yang nyaman, mudah dikenakan, tanpa terlalu banyak kerumitan, tetapi tetap ada sedikit gaya,” jelas Marant soal koleksinya.

Marant tidak menjelaskan motif apa yang dipakai untuk koleksi musim semi/panas 2018 tersebut. Namun jika diteliti, batik-batik tersebut sangat mirip dengan jenis batik gurda.

Gurda berasal dari kata garuda, burung lambang Republik Indonesia. Dalam pandangan masyarakat Jawa, burung garuda mempunyai kedudukan yang sangat penting.

Motif batik gurda ini juga tidak lepas dari kepercayaan masa lalu. Garuda merupakan tunggangan Batara Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Matahari. Oleh masyarakat Jawa, garuda juga dijadikan simbol kejantanan dan kehidupan.

Pada koleksi terbarunya, Marant menggunakan kain batik ini dengan dominasi warna cokelat, kemerahan, hitam, dan sedikit warna putih.

Selain batik, perancang berusia 50 tahun ini juga mengambil inspirasi dari beberapa kebudayaan negara lain, seperti Benin dan Nigeria.

Pada rancangan yang terinspirasi dari Benin, ia menampilkan celana berwarna biru tua dan cokelat yang dipadukan dengan pakaian renang. Kemudian ia menampilkan rok rajut pendek ala Nigeria yang dibuat di India.

Marant juga menampilkan sejumlah pakaian yang terlihat berkiblat pada mode era 70-an. Sebut saja bikini rajutan, terusan warna metalik, atasan asimetris yang dipadukan dengan sandal sederhana ala Jepang.

Dikutip Vogue, Marant mendapatkan inspirasi untuk koleksinya tersebut usai pulang dari berlibur di beberapa negara tersebut. Tidak heran Fashionista menyebut koleksinya kali ini bak perempuan California yang akan berlibur musim panas dan tampil bergaya tanpa banyak usaha rumit.

Memadukan berbagai budaya ke dalam koleksinya memang bukan kali pertama bagi Marant. Ia dan label Etoile pernah dituduh menjiplak budaya komunitas Mixe di Santa Maria Tlahuitoltepec, Oaxaca, Meksiko Selatan.

“Isabel Marant melakukan tindak plagiat karena koleksi Spring/Summer 2015 Etoile berisi elemen grafis yang spesifik ada pada blouse Tlahuitoltepec,” demikian pernyataan grup tersebut. Marant berkukuh bahwa ia sudah terbuka soal asal dan inspirasi desainnya serta akan memberi kredit tersendiri pada komunitas Mixe.

Persoalan makin runyam karena rumah mode asal Prancis lain, Antik Batik, mengklaim bahwa desain pada komunitas Mixe tersebut justru buatan mereka. Namun Marant dan Antik Batik, seperti ditulis Latin Post, akhirnya kalah digugat Mixe.

Source https://beritagar.id https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/isabel-marant-pamer-koleksi-batik-di-paris
Comments
Loading...