Inovasi Batik, Dosen Sejarah Terinspirasi Candi Kidal

0 26

Inovasi Batik, Dosen Sejarah Terinspirasi Candi Kidal

Sebagai salah satu perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, Dosen Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UM bekerjasama dengan Pemerintah Desa Kidal, Tumpang, Kab. Malang untuk mengadakan pelatihan membatik kepada masyarakat Desa Kidal. Pelatihan dari Tim Dosen Sejarah UM ini mengambil tema “Pengembangan Desa Kidal Sebagai Desa Sentra Batik Motif Relief Candi Kidal”. Selain pelatihan membatik tim ini juga mendampingi pemasaran dan manajemen produk batik Desa Kidal.

Ketua pelaksana pelatihan, Ulfatun Nafi’ah, M.Pd. menjelaskan latar belakang program ini. “Sebelumnya banyak warga Desa Kidal yang bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak pasti,” ujar Ulfa. Padahal, lanjut Ulfa, wilayah di desa Kidal sangat potensial untuk dikembangkan pariwisata karena terdapat candi Kidal yang unik. “Sehingga itu menjadi alasaan dari tim dosen sejarah mencoba mengembangkannya,” ungkap dosen Sejarah ini.

“Tim kami melihat bahwa ada beberapa relief candi yang cantik dan berpotensi untuk dijadikan motif batik yang memiliki nilai jual tinggi.,” kata Ulfa. Namun, pihaknya memodifikasi motif tersebut agar tidak menabrak adat yang ada. “Salah satu motif andalan kami adalah motif garudeya yang penuh dengan nilai sejarah dan budaya,” paparnya.

Selain bekerjasama dengan Pemerintah Desa Kidal, tim dosen Sejarah FIS UM juga menggandeng Batik Tulis Celaket (BTC) Malang untuk pendampingan pada masyarakat. Dari BTC, Ira Hanan didaulat menjadi pemateri untuk mengedukasi masyarakat yang didominasi ibu-ibu untuk berani berkreasi. Ia menjelaskan setiap daerah memiliki ciri khas yang mampu ditonjolkan. “Desa Kidal memiliki potensi yang sangat bagus. Banyak relief pada Candi Kidal yang mampu dikreasikan untuk menjadi motif batik yang khas,” kata Ira. Ciri khas ini, lanjutnya, apabila mampu dimaksimalkan mampu mengangkat perekonomian masyarakat yang ada di sekitar Candi Kidal.

Pelatihan ini merupakan lanjutan dari program dosen Sejarah UM tahun sebelumnya yang berfokus pada pembuatan batik cap. Sementara itu, pelatihan yang dilaksanakan saat ini mengombinasikan batik cap dan tulis dengan motif dan corak warna yang lebih beragam. Hasil batik dari desa Kidal ini sudah ada yang menjadi seragam batik Jurusan Sejarah. Selain untuk promosi hal ini juga mampu memberikan motivasi masyarakat desa untuk lebih produktif dan kreatif.

Source http://www.um.ac.id/ http://www.um.ac.id/content/page/2/2018/08/inovasi-batik-dosen-sejarah-terinspirasi-candi-kidal
Comments
Loading...