Industri Batik Tulis Sumenep Bangkit

0 174

Industri Batik Tulis Sumenep Bangkit

Industri batik tulis yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep sudah  sejak beberapa tahun terakhir ini mulai bangkit dan mampu melakukan penetrasi ke pasar domestik maupun mancanegara, melalui pengembangan motif dan penganekaragaman warna. Volume penjualannya di kawasan tersebut mengalami peningkatan sedikitnya 100%, menyusul dioperasikannya jembatan Surabaya Madura (Suramadu) sejak tahun lalu. Achmad Zaini selaku pimpinan Usaha Batik Tulis Melati industri batik tulis di Pakandangan, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep mengatakan usaha tersebut telah dilakukan para pembatik setempat sejak puluhan tahun lalu, dimana produksinya mengetengahkan motif-motif tradisional yakni ayam bekisar dengan warna dominan merah.

Teknis pembatikan dan peralatannya pun hingga akhir 1980-an masih sederhana atau kasar. Sedangkan penjualannya terbatas di wilayah Madura dan beberapa kota di Jawa Timur.Para produsen batik tulis di sini, termasuk saya, mulai meningkatkan kualitas sesudah mengikuti pelatihan dari pakar batik asal Yogyakarta pada 1986, sehingga sejak awal 1990-an mampu menghasilkan produk halus, ujarnya tatkala ditemui Bisnis di Sumenep, kemarin.Kegiatan industri batik tulis di Kab. Sumenep berlangsung secara turun-temurun, tetapi generasi pembatik yang mewarisi usaha itu sejak 1980-an mampu memperluas pasar ke berbagai wilayah di Indonesia bahkan mancanegara.

Motif produk batik tulis asal kabupaten di ujung utara Pulau Madura itu sejak 10 tahun terakhir semakin variatif, termasuk warnanya tidak lagi didominasi merah. Sebagian dari motif a.l. Kawung, Sekarjagad, sekerat trasi, rawan, dengan harga jual Rp. 100.000 hingga Rp. 1 juta per lembar. Selain memenuhi pesanan dari banyak wilayah di dalam negeri, juga banyak pembeli datang langsung (termasuk turis mancanegara) sesudah dioperasikannya jembatan Suramadu.

Source Industri Batik Tulis Sumenep Bangkit Batik
Comments
Loading...