Industri Batik Tjepiring Sekarwangi

0 245

Industri Batik Tjepiring Sekarwangi

Industri batik Tjepiring Sekarwangi terletak di Jl Raya Cepiring No. 41 Kabupaten Kendal. Industri ini adalah industri mikro dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang. Sebagian besar juga hanya sebagai part-timer, misalnya tukang pola hanya bekerja bila ada motif yang harus dijiplak atau dikembangkan. Pembatik tidak hadir setiap hari, akan tetapi bila ada pesanan atau kunjungan wisatawan mereka akan bekerja di ruang utama, sehingga tamu yang datang dapat melihat proses membatik. Industri mitra kedua ini membuat batik dengan pewarna sintetis, terutama naphtol, indigosol dan reaktif, meskipun mempunyai sedikit pengalaman mewarnai batik dengan pewarna alam. Limbah zat warna sintetis dan zat kimia pembantu dari lambat laun dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, serta tidak aman bagi masyarakat sekitar.

Pihak pengrajin menyatakan hasrat dan keinginan untuk memproduksi batik dengan pewarna alam, namun masih terkendala pada: sulitnya mendapatkan bahan baku zat warna alam, proses produksi panjang, sehingga biaya produksi tinggi, ketahanan luntur rendah, dan minat masyarakat terhadap produk rendah. Pengrajin dan pengusaha perlu diberi pengetahuan dan keterampilan membuat batik berbasis zat warna alam.

Batik yang dihasilkan pada umumnya batik cap, di mana motif diperoleh dengan melekatkan malam menggunakan alat cap. Produksi batik tulis yang menggunakan canting tidak banyak, karena prosesnya yang panjang dan memakan waktu. Perkembangan motif baru jarang terjadi, motif yang ada diulang-ulang. Alat cap termasuk mahal bagi pengrajin, sehingga pembelian atau pemesanan alat cap jarang. Hal ini menyebabkan kejenuhan dalam menerapkan motif, sehingga motif sering terkesan diulangulang. Ketergantungan motif pada pengrajin alat cap sangat tinggi, sementara penggunaan alat cap memungkinkan terjadinya duplikasi motif.

Motif batik yang dihasilkan tidak memiliki daya beda. Kesulitan terbesar adalah menciptakan motif yang khas industri dan khas daerah Kendal. Pengrajin berminat untuk mendapatkan HKI terhadap motif yang dimiliki. Industri ini merasa tidak memiliki motif khas yang harus dipatenkan. Selain itu, pengusaha belum memahami prosedur dan manfaat HKI. Batik Tjepiring Sekarwangi dikelola secara sederhana, tanpa menggunakan prinsip-prinsip manajemen usaha. Pengrajin langsung memimpin usahanya dalam produksi, pemasaran, akuntansi, promosi. Hampir tidak ada pendelegasian tugas, atau dapat dikatakan pembagian tugas tidak jelas. Hanya pekerjaan kasar seperti nglorod, mencelup, diserahkan pada buruh atau tukang. Pemasaran berkisar rata-rata 40 potong per bulan, dan sangat tergantung pada pesanan. Pembatik adalah ibu rumah tangga di sekitar lokasi Batik Tjepiring Sekarwangi yang dilatih membatik.

Source http://download.portalgaruda.org/article.php?article=445282&val=5685&title=PEMBERDAYAAN%20PENGRAJIN%20BATIK%20KENDALUNTUK%20MENDUKUNG%20PARIWISATA
Comments
Loading...