Industri Batik Paoman Kesulitan Tenaga Kerja

0 51

Industri Batik Paoman Kesulitan Tenaga Kerja

Para pengusaha Batik Paoman Kabupaten Indramayu mengeluhkan sulitnya mencari sumber daya manusia perajin batik. Padahal saat ini pesanan dari konsumen tengah membeludak dan tidak bisa terakomodasi sepenuhnya. “Sekarang susah cari perajinnya, cuma sedikit,” kata Sukesih pengelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Silva Batik. Desa Paoman merupakan sentra pembuatan batik di Indramayu. Produknya beragam, mulai dari batik cetak, batik cap, hingga batik tulis. Keberadaan sentra batik ini tidak terlepas dari posisi Indramayu pada zaman dulu yang berperan sebagai bandar atau pelabuhan. Bangsa asing yang datang ke Indramayu untuk berdagang ikut membawa sejumlah budaya yang mempengaruhi motif batik.

Berkaitan dengan pesanan, awal tahun ini permintaan pasar relatif tinggi. Salah satu kalangan yang berkontribusi adalah pegawai negeri sipil (PNS). Motif batik “Bokong Semar” menjadi salah satu “pakaian wajib” bagi mereka. Pesanan serupa datang juga dari sejumlah instansi, baik dari dari Indramayu maupun luar daerah. Dengan demikian, industri batik di Paoman bisa tetap bertahan sekaligus meraup untung. Hanya saja, beberapa waktu terakhir sulit mencari perajin yang mau membatik. Diperkirakan, hal ini berkaitan dengan membaiknya hasil tangkapan ikan nelayan.

Selama ini, perajin batik didominasi oleh perempuan yang suaminya bekerja dengan nelayan. Maka saat penghasilan nelayan sedang bagus, minat perajin untuk membatik ditengarai jadi berkurang. Saat ini jumlah perajin yang membuat batik tulis bersamanya sekitar 7 orang. Kemampuan produksinya tidak sebanding dengan permintaan pasar. Padahal jika bisa menambah perajin, pasar masih terbuka lebar. Satu bulan produksinya sekitar 200 potong kain.

Source http://www.pikiran-rakyat.com/ http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2013/01/13/218734/industri-batik-paoman-kesulitan-tenaga-kerja
Comments
Loading...