Industri Batik Nasional Agar Ramah Lingkungan

0 23

Industri Batik Nasional Agar Ramah Lingkungan

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan terus mendorong pengembangan industri batik nasional. Oleh karena itu, diharapkan pemasaran batik di pasar dalam negeri maupun pasar global harus mempertimbangkan peningkatan kualitas, pengembangan desain, motif, serta pemilihan dan pemakaian warna yang ramah lingkungan yang bersumber dari alam Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Perindustrian, Mohamad S Hidayat, dalam sambutannya pada acara Peringatan Hari Batik Nasional 2014 di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (2/10). Acara tesebut juga dihadiri Ibu Ani Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Herawati Boediono dan Pengurus Yayasan Batik Indonesia. Hari Batik Nasional merupakan bagian tak terpisahkan atas pengukuhan UNESCO bahwa batik Indonesia menjadi warisan Budaya Tak Benda peninggalan budaya dunia, yang ditetapkan tanggal 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi.

Pengukuhan UNESCO tersebut menjadi suatu kebanggaan dan sekaligus tantangan bagi Bangsa Indonesia, karena seluruh pemangku kepentingan batik di Indonesia harus melestarikan, memelihara dan melindungi batik sebagai warisan budaya yang berkelanjutan. “Jadi, peringatan hari batik nasional melalui pameran batik di Kemenperin pada hari ini yang diprakarsai oleh Yayasan Batik Indonesia merupakan upaya untuk memelihara kepercayaan dunia bahwa Batik Indonesia telah menjadi milik dunia dan harus terus kita lestarikan dalam rangka menjaga kehormatan bangsa,” tegas Menperin.

Batik Indonesia memiliki berbagai keunggulan, di antaranya motif yang beragam dengan filosofi dan nilai seni yang sangat tinggi, desain sangat menarik sesuai tren atau mode yang terus berkembang, menggunakan pewarna alam, serta dikerjakan dengan tangan yang dimaknai sebagai batik tulis, batik cap dan kombinasi diantara keduanya. Untuk menjaga kualitas setiap batik Indonesia, maka diharapkan perajin dapat menyertakan logo BATIKMARK “Batik Indonesia”.

Dengan demikian, Batik Indonesia mudah dikenal dan terpercaya untuk dunia. Setiap motif batik Indonesia mempunyai filosofi yang dapat dimaknai sesuai dengan budaya adat istiadat. Belakangan ini, para perajin batik telah menerapkan produksi bersih (cleaner production) disertai dengan eko-efisiensi (eco-efficiency). Hal ini memberikan indikasi bahwa produk batik Indonesia sudah berwawasan lingkungan dan berpengaruh posittf terhadap pasar.

Dalam upaya menjaga permintaan pasar yang semakin meningkat, pemerintah terus memberikan dukungan iklim usaha yang kondusif serta mendorong penggunaan perangkat teknologi yang tepat dan cocok dalam proses produksi batik termasuk proses produksi bersih dan eko-efisiensi yang dipertimbangkan menjadi prioritas untuk diterapkan dalam industri batik nasional. Untuk diketahui, batik digunakan tidak hanya sebagai bahan busana, tetapi juga sudah digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti interior, fashion, bahan untuk produk kerajinan, bahkan sudah merambah pemakaiannya ke sektor industri persepatuan.

Source http://id.beritasatu.com/home http://id.beritasatu.com/home/industri-batik-nasional-agar-ramah-lingkungan/96241
Comments
Loading...