Industri Batik Kebon Indah

0 56

Industri Batik Kebon Indah

Produk kain batik yang dihasilkan oleh industri Kebon Indah adalah kain panjang. Banyak produk kain panjang yang telah diproduksi dengan tampilan motif yang beraneka ragam. Produk kain panjang yang dihasilkan dengan motif tertentu, maka akan disebut dengan nama motif tersebut. Motif batik digunakan untuk penamaan pola atau kain batik itu sendiri. Misalnya saja, kain panjang yang dibuat dengan Motif Daun Singkong maka akan disebut dengan kain Batik Daun Singkong. Produk kain panjang ini memiliki ukuran panjang 250 cm dan lebar 110 cm. Kain panjang berfungsi sebagai benda pakai untuk kain bawahan yang digunakan oleh kaum wanita. Dalam bahasa Jawa, kain panjang yang digunakan untuk bagian bawah dari pakaian wanita ini disebut jarit. Jarit dipakai dengan cara diikatkan dipinggang yang dikenakan oleh kaum wanita sebagai pakaian sehari-hari. Jarit merupakan pakaian tradisional Jawa yang sampai saat ini masih terjaga eksistensinya.

Produk kain panjang ini dapat dijadikan sebagaibahan sandang atau bahan dasar untuk pembuatan baju, kemeja, rok atau jenis pakaian lainnya. Jenis pakaian yang dapat dibuat dari kain panjang ini bermacam-macam, tergantung dari selera konsumen atau orang yang membelinya. Pakaian yang dibuat tidak terbatas untuk perempuan, pakaian laki-laki pun dapat dibuat dari produk kain panjang ini. Sejak berdirinya sampai saat ini, industri Kebon Indah telah memproduksi kain-kain batik dengan berbagai macam motif yang terinspirasi dari kebun (contoh-contoh kain batik dengan berbagai jenis motif akan dilampirkan). Dengan melihat lingkungan sekitar yang dipadukan dengan imajinasi yang dimiliki, mereka (anggota industri) menciptakan motif-motif yang menjadi karakteristik industri Kebon Indah.

Motif-motif tersebut didominasi oleh motif dedaunan, karena karakteristik dari industri Kebon Indah adalah motifnya kebanyakan bentuk daun. Motif dedaunan contohnya adalah daun singkong, daun kates, daun kluweh, daun lombok, dan sebagainya. Selain motif dedaunan, ada juga motif hewan-hewan kecil yang ada di sekitar kebon yang diciptakan oleh industri Kebon Indah, yakni Motif Kupu-kupu, Capung, dan lain sebagainya. Ada juga motif di luar konteks kebon yang diciptakan untuk menambah variasi motif-motif yang dihasilkan oleh industri Kebon Indah. Contoh motif batik yang dihasilkan ada juga Motif Gajah, Kipas, Bulus, dan lainnya. Terkadang, industri Kebon Indah juga menciptakan motif sesuai dengan kondisi dan permintaan konsumen. Contoh motif yang diciptakan sesuai dengan kondisi adalah motif naga yang banyak dicari oleh konsumen pada saat perayaan imlek.

Motif-motif tradisional yang di produksi oleh industri Kebon Indah adalah motif tradisional dari daerah Yogyakarta dan Solo. Memilih motif tradisional Yogyakarta dan Solo karena Klaten berada di tengah-tengah daerah tersebut sehingga industri Kebon Indah cocok untuk memproduksi motif batik tradisional daerah-daerah tersebut. Ciri khas batik tulis industri Kebon Indah adalah motif-motifnya terinspirasi dari kebun, sedangkan industri yang lain (industri yang ada di Bayat) motifnya kebanyakan motif klasik yang menggunakan pewarna soga dulu. Industri yang lain juga menggunakan pewarna sintetis, sedangkan industri Kebon Indah sendiri menggunakan 100% pewarna alam.

Source http://eprints.uny.ac.id/17465/1/SKRIPSI-Nilai%20Estetik%20Batik%20Tulis....pdf
Comments
Loading...