Indahnya Pohon Langka dan Bunga Api dalam Batik Ngijo Khas Kabupaten Malang

0 41

Indahnya Pohon Langka dan Bunga Api dalam Batik Ngijo Khas Kabupaten Malang

Kayanya flora di Kabupaten Malang kerap menjadi inspirasi bagi masyarakat. Terutama bagi para pembatik yang mengharapkan sesuatu yang baru, unik serta tentunya mampu mencitrakan kekayaan yang ada di Kabupaten Malang sebagai jantungnya Jawa Timur (Jatim) ini. Setelah batik dengan motif topeng Malangan, druju serta lainnya bermunculan, kini para pembatik dari Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, mengangkat kekayaan flora Kabupaten Malang yang telah lama tidak terlihat lagi keberadaannya. Atau terbilang sudah sangat sulit untuk menemukan jenis flora berupa pohon Telagasari atau dikenal juga sebagai pohon Tanjung. 

Pohon Telagasari atau Tanjung (Mimusops Elengi) yang berasal dari India, Sri Langka dan Burma,  serta telah lama masuk ke nusantara berabad-abad silam. Dulu, merupakan bagian dari kekayaan flora di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Karangploso. Pohon Tanjung mudah ditemui di wilayah Desa Ngijo, walau sekarang sudah begitu sulit untuk menemukannya. Bertolak dari hal tersebut, pembatik Desa Ngijo mencoba mengembalikan lagi pohon Tanjung yang memiliki bunga harum semerbak serta berdaun rindang tersebut. Melalui goresan-goresan kreatif jemari pembatik, kekayaan flora tersebut tertuang di kain-kain batik. 

Yuyun Afrida pembatik Ngijo menyampaikan, pemilihan pohon Tanjung dalam motif batiknya memang ditujukan dalam upaya mengenalkan kekayaan flora yang pernah ada di wilayahnya. “Sebagai media pembelajaran juga. Sehingga masyarakat mengenal mengenai pohon ini. Selain secara estetika juga bagus jadi motif batik,” kata Yuyun. Yuyun melanjutkan, pengenalan pohon Tanjung yang sudah terbilang langka tumbuh di wilayahnya menjadikan dirinya bersama pembatik di Desa Ngijo, Karangploso, mempergunakannya sebagai ikon batik yang khas asli Kabupaten Malang. 

“Jadi ada sisi edukasinya juga dalam batik kami. Terutama bagi masyarakat umum atau generasi sekarang yang tidak mengetahui jenis pohon ini,” ujarnya. Dari sisi penjualan, ternyata batik bermotif bunga Tanjung yang dihasilkan oleh para pembatik Ngijo,  terbilang sangat diminati masyarakat. Khususnya dari luar daerah. Tingginya minat para pecinta etnik tersebut, bahkan membuat pembatik Ngijo tidak bisa memenuhi pesanan tersebut. “Sementara waktu kita pending karena banyak orderan masuk,” ucap Yuyun. 

Selain mengambil insipirasi dari pohon Tanjung, di beberapa wilayah Karangploso juga dikembangkan pola batik lainnya. Tetap bertumpu pada dunia flora, yakni motif batik yang terinspirasi dari tanaman bunga api. Dinamakan bunga api dikarenakan warna bunganya yang merah menyala dengan bentuk kobaran api. Mirip bunga turi tapi berukuran lebih kecil. Saat diambil menjadi motif batik, bunga api terlihat begitu indah.  Yuyun menyampaikan, berbagai motif batik tersebut selain untuk menyemarakkan keragaman kreasi warisan nenek luhur. Juga sebagai ruang edukasi sekaligus pelestarian berbagai kekayaan yang pernah dan masih ada di Kabupaten Malang.

Source https://www.malangtimes.com/ https://www.malangtimes.com/baca/31849/20181003/134600/indahnya-pohon-langka-dan-bunga-api-dalam-batik-ngijo-khas-kabupaten-malang/
Comments
Loading...