Ikon Keistimewaan Yogyakarta dalam Karya Batik Elnifar

0 34

Ikon Keistimewaan Yogyakarta dalam Karya Batik Elnifar

Ikon Yogyakarta adalah Jogja Istimewa, yang perlu disosialisasikan terus-menerus dan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah melalui karya seni. Hal itu pulalah yang dilakukan Elnifar Rismoyo Hananto dengan karya Tugas Akhirnya di Prodi Kriya Seni, Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta. Elnifar sengaja mengangkat perihal keistimewaan Yogyakarta melalui karya seni batiknya dengan membuat motif-motif tentang produk kebudayaan yang ada di Yogyakarta yang menjadi salah satu tanda keistimewaan Yogyakarta. Produk kebudayaan itu tidak hanya diambil dari sisi wujud fisiknya, namun juga filosofinya, keindahan alam, dan lain-lain yang kemudian distilasi.

Elnifar menggunakan teknik batik tulis kontemporer, dimulai dari proses membuat desain, penuangan lilin pada kain, pewarnaan alam seperti indigofera, mahoni, secang, kayu tingi, dan daun mangga. Selain itu diterapkan juga teknik colet, tutup celup, dan kemudian dikunci warna dengan kapu, tawas, dan tunjung serta proses terakhir adalah pelorodan dan finishing.

Karya Elnifar tersebut menggambarkan ikon-ikon Yogyakarta yang distilasi menjadi karya kontemporer dengan menggabungkan motif-motif tradisional. Jika dicermati maka akan tampak tumpukan goresan, bayangan, tumpukan warna yang dihasilkan dari teknik tutup celup, motif pendukung, isen-isen dan bentuk goresan yang dikonsep teratur sesuai dengan ikon yang diambil. Dengan demikian, masyarakat mudah menerima sebagai sebuah karya seni sekaligus mengenalkan ke dalam karya tersebut. Pada sisi ini pula Elnifar ingin mengangkat predikat Jogja kota batik dunia.

Warisan budaya lokal yang menjadi penanda keistimewaan Yogya bagi Elnifar menjadi titik perhatian penting untuk mewujudkan semua itu. Tidak mengherankan jika ia kemudian menghadirkan karya yang di antaranya menggambarkan tentang Tugu Yogya, Kereta Kencana, wayang, dan lain-lain. Garapan karya Elnifar sekalipun menceritakan tentang wayang misalnya, namun sentuhannya bukan lagi melulu bergaya wayang konvensional. Ia mencoba menggarapnya dengan gaya kontemporer. Bahkan ia menghadirkan gambaran Gapuran yang diapit Bledhegan dalam sebuah bohlam yang dikelilingi awan. Karya ini ia beri judul The Think.

Selain itu, Elnifar juga memajang aneka bahan pewarna alami untuk batik, seperti kesumba, kayu nangka, daun mangga, kayu tingi, kayu mahoni, dan indigofera dalam bentuk pasta. Dengan memajang semuanya itu diharapkan apresian dapat mengetahui dengan pasti dan jelas apa saja bahan pewarna alami untuk pewarnaan batik (tekstil) yang dapat digunakan. Orang juga akan menjadi lebih peduli serta menghargai bahan-bahan tersebut yang kemungkinan besar tumbuh di sekitar pemukian orang yang bersangkutan dan selama ini relatif terabaikan.

Semua kreasi Elnifar berwujud motif batik dalam bentang/lembaran kain. Jika melihat hal ini tampaknya lembar-lembar kain dengan motif ikon Yogyakarta tersebut lebih cocok penggunaannya untuk taplak atau disematkan pada bidang-bidang datar. Jika digunakan untuk perancangan busana tampaknya perlu aplikasi dan modifikasi yang tidak bisa dikatakan sebagai sederhana. Sekalipun demikian penciptaan motif baru, pewarnaan dengan berbagai kreasi selalu memberikan harapan baru bagi lahirnya karya batik yang semakin maju dan kaya ragam.

Source https://www.tembi.net/ https://www.tembi.net/2018/02/02/ikon-keistimewaan-yogyakarta-dalam-karya-batik-elnifar/
Comments
Loading...