Ika Kreasikan Batik dan Ulos jadi Tas Cantik

0 33

Ika Kreasikan Batik dan Ulos jadi Tas Cantik

Berkreasi tak memiliki batas. Ini juga yang dilakukan Afrisca Miranti, yang kerab disapa Ika, Pemilik Ika, bisnis tas yang terbuat dari kain ulos, kain batik, dan segala kain. Sebagai upaya mengembangkan sekaligus melestarikan kebudayaan daerah, sehingga tidak punah dimakan zaman, tetap dicintai semua kalangan terutama anak muda. “Dengan memakai kain ulos dan batik Medan, ada motif kain Karo, kain Simalungun, Mandailing dan lainnya. Kita ingin mengangkat etnik daerah ini. Kalau untuk kanvas sudah umum, jadi kain ulos dan batik ini juga lebih banyak dicari turis dan para pelancong,” ujar Ika, yang tinggal di Jalan Denai Gang Tuba III Ujung (Gang Bersama), Medan.

Ia mengatakan, bisnis Ika-Ka ini sudah berjalan tiga tahun lamanya. Ide bisnis ini ia peroleh dari hobinya menjahit yang sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP.  “Saya sudah punya hobi menjahit dari SMP, diawali dari permak baju sendiri, baju teman, jahit gorden sekolah. Seiring berjalannya waktu, saya buat dompet dari kain perca, sampai akhirnya saya terjun ke dunia UKM. Di UKM, saya buat bros jilbab, sandal, dompet, tas, dan berbagai suvenir lainnya,” tambanya.

Lebih lanjut, Ika menjelaskan, modal awal bisnis ini Rp 5 juta, ia gunakan untuk membeli kulit kain sintesis, kain lapis, kain batik, kain ulos, dan peralatan menjahit lainnya. Bahan aksesori tas ia pesan dari Kota Jakarta dan untuk bahan baku lainnya yakni ulos, kulit sintesis, lapis ia peroleh di Kota Medan. “Harga tas ini mulai dari Rp 250 ribu, namun saya pun menerima tas tempahan juga. Konsumen yang memberi bahan ulos sekaligus memesan minimal setengah lusin, maka harga tasnya hanya Rp 165 ribu saja. Kita juga sediakan suvenir berupa dompet dan tas selempang kecil yang dibanderol mulai harga Rp 65 ribu,” ucap Alumni D3 Akuntansi USU ini.

Selain menerima pesanan tas, Ika juga menerima panggilan untuk mengajar menjahit tas. “Menjahit tas itu lebih gampang, kalau menjahit baju harus lebih detail lagi, ikut kenyamanan sesuai postur badan. Tapi dengan produk tas dan dompet lebih mudah pengerjaannya, kita jahit sesuai desain dan rapi,” ungkapnya. Perempuan kelahiran, Medan, 21 Februari 1988 ini mengatakan, ia dapat memproduksi 60 tas dalam sebulan, tergantung permintaan customer. Produk Ika-Ka sendiri dapat dibeli di beberapa galeri yakni Galeri Noerlen, Galeri Ulos Sianipar, dan Medan Napoleon.

Dalam proses pemasaran produknya, ia olah melalui pameran dan media sosial. Selain itu juga saya mengikuti pameran dan promosi kepada teman-teman dari mulut ke mulut,” katanya. Apabila permintaan konsumen tidak sesuai pesanan, Ika tak segan-segan memberi bonus tambahan. “Kita sudah melayani permintaan konsumen dari berbagai kota, diantaranya Jakarta, Bandung, Pontianak, Pekanbaru dan lainnya. Saya berharap usaha ini bisa menguasai pangsa pasar yang lebih besar. Insya Allah, sampai ke luar negeri,” ucapnya sambil tersenyum. Dalam membangun bisnis usaha ini, Ika mendapatkan kepuasan tersendiri ketika konsumen dapat memakai produk tas Ika-Ka. “Kalau mau usaha itu harus dari hati, harus dicintai, jangan terpaksa. Cintailah dan pakailah produk dalam negeri,” tutupnya.

Source http://medan.tribunnews.com/ http://medan.tribunnews.com/2018/08/15/ika-kreasikan-batik-dan-ulos-jadi-tas-cantik
Comments
Loading...