Hijab Fashion Batik Tulis Trenggalek

0 43

Hijab Fashion Batik Tulis Trenggalek

Sebagai perempuan kelahiran Trenggalek, Berdit Zanzabela merasa perlu melakukan hal lebih bagi kota asalnya tersebut. Cara yang dilakukan adalah mengembangkan batik tulis Trenggalek.

Raki Persahabatan Jawa Timur 2017 ini bercerita, ia merasa prihatin dengan harga jual batik tulis Trenggalek di tahun 2015. Daya beli masyarakat terhadap batik tulis Trenggalek, menurutnya, cenderung rendah dibandingkan dengan batik print.

“Padahal itu hanya tekstil bermotif batik. Yang benar asli batik khas Indonesia, itu hanya batik tulis dan cap, yang melalui proses pembuatan memakai lilin atau malam. Kasihan gitu, sama para perajin batik tulis Trenggalek. Bikin batiknya susah, tapi tidak diapresiasi,” tutur pembawa berita di sebuah stasiun televisi nasional itu.

Keprihatinan yang dirasakan Bela, sapaan akrabnya, membuatnya ingin membantu para perajin, supaya kain batik tulis Trenggalek bisa menjadi fashion item anti-mainstream, sekaligus bernilai jual tinggi.

Bersamaan dengan hijab modern yang sedang banyak diminati, mahasiswa Media dan Komunikasi Universitas Airlangga Surabaya ini terpikir untuk menggabungkan antara hijab dan batik. Lahirlah Alabela Indonesia pada Desember 2015, sebuah brand hijab batik hasil idenya.

“Saya cari di Google, waktu tahun itu belum ada brand atau rumah produksi yang bikin hijab dengan bahan benar-benar batik tulis, bukan tekstil bermotif batik,” kata Ketua Umum Gramuda Sabudarta tersebut.

Ia lalu membuat beberapa contoh hijab, dan mengunggahnya di Instagram.

Respon yang ia dapat dari teman-temannya sangat bagus, sehingga Bela memutuskan untuk serius melakukan produksi.

“Banyak yang bilang unik, karena benar-benar pakai batik tulis dan cap, bukan bahan printing,” ujarnya.

Humas Ikatan Raka Raki Jawa Timur itu membanderol hijab batiknya mulai Rp 75.000 sampai Rp 195.000, tergantung jenis kain batik yang digunakan.

Bela pun berpesan bagi anak muda yang punya usaha sepertinya dan mengangkat kearifan lokal seperti dirinya, untuk terus menggali kreatifitas dan tak lupa berinovasi.

“Karena kearifan lokal itu sudah menarik sebagai ciri khas dari daerah tertentu. Tinggal dibuat semakin unik dengan sentuhan kreatifitas, dan inovasi tanpa batas,” tutupnya.

Source http://surabaya.tribunnews.com http://surabaya.tribunnews.com/2019/01/13/potret-berdit-zanzabela-promosikan-batik-tulis-trenggalek-lewat-hijab-fashion
Comments
Loading...