Hak Paten Batik Brebesan Wujud Perlindungan

0 7

Hak Paten Batik Brebesan Wujud Perlindungan

Batik Brebesan memerlukan hak paten di tengah kompetisi dan upaya pengakuan perlindungan merek dan kekayaaan intelektual. Bukan hanya persoalan pengakuan bagi pengembangan pasar. Tapi juga soal perlindungan hukum, status dan identitas.

Kesembilan belas motif yang telah dipatenkan antara lain motif bebek boyong, ceplok daun brambang, irisan brambang, ceplok gudang brambang, endog sigar ceplok brambang, irisan brambang sewu, sekar jagad brebes, bebek sajodo, ceplok manggaran, bebek sapangon, gudang brambang ukel, parang brambang seling manggaran,dan brambang sabedheng.

Belum lagi motif klasik yang juga didaftarkan sebagai bagian motif batik Brebesan, sepertisidomukti ukel, gringsing kembang koek, kopi pecah, batik merak, batik manggar, ukel sawat rantau. Paten memberikan rasa pengakuan secara hukum atas motif batik Brebesan, agar tidak ada lagi klaim wilayah lain atas motif batik yang identik dengan wilayah Brebes.

Ikhtiar mematenkan 19 motif batik Brebesan urgen diperlukan. Agar kekayaan intelektual masyarakat atas batik Brebesan, terjaga. Brebes perlu belajar dari Pekalongan yang menggelar Festival Batik Nusantara setiap tahunnya. Keberhasilan Jember dan Banyuwangi mengangkat khazanah budaya batik melalui pawai carnival batik patut dicontoh.

Namun ia mengaku sudah banyak upaya terobosan diplomasi budaya terhadap batik Brebes/batik Salem. Contohnya, batik Brebesan dijadikan sebagai souvenir serta dikenakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, atau tokoh semacam Popy Dharsono.

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/ark/5bb8688512ae94620854ac22/hak-paten-batik-brebesan-wujud-perlindungan
Comments
Loading...