Hadirkan Batik ala First Lady

0 88

Hadirkan Batik ala First Lady

Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) merayakan ulang tahun ke 30 tahun dengan pameran The Spectrum of Batik di mal Senayan City kemarin. Menampilkan karya 23 desainer dalam mengekspos batik. Tampak hiasan sentuhan tata lighting yang dramatis memakai teknik fiber optic. Mengusung kolaborasi lighting expert and lighting designer trilite wesia geni. Menampilkan tata lampu dengan sentuhan desianer. “Batik jadi warisan budaya yang harus dilestarikan. Pengunjung mal bisa menyaksikan berbagai koleksi dari IPMI,” ungkap Era Soekamto sebagai desainer IPMI. Selain itu, Era mengatakan pihaknya mengenalkan mode jadi tuan rumah di negeri sendiri. Mengangkat batik dan kain tradisional lainnya seperti tenun dan songket.

Tidak hanya itu IPMI juga mengenalkan teknik batik dengan bahan wool. Busana itu dipakai pada ibu negara tamu KTT Non Blok termasuk Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton 1992. Pengembangan batik untuk bahan Lycra oleh perancang Carmanita. Era Soemto sendiri meneruskan legacy of batik dari Iwan Tirta bekerjasama dengan perancang Didi Budiarjo. Karya desainer IPMI mendorong industri kreatif. Mendukung kemajuan sektor usaha dan mendukung pengrajin tradisional, penjahit, konveksi, koreografer dan masih banyak lagi. Mendorong percepatan kemajuan ekonomi dari sektor industri kecil dan menengah. Selain itu, pemaran tersebut didukung dengan tata cahaya yang sempruna.

Highlight dari motif batik setiap karya desainer IPMI. Spectrum memiliki arti bias warna yang dipilih jadi simbol cahaya di dalam diri. Memiliki hubungan erat sebab banyak arti dan filosofi dalam batik. Rangkaian acara tersebut didukung Badan Ekonomi Kreatif. Memeriahkan 10 tahun Metamorphosis Iconic Years sepanjang Oktober 2016. Dalam bertransformasi, Senayan City terus memperbaiki penampilan tenan. Mengakomodir hadirnya brand baru yang hadir di Indonesia. Sedangkan trilite wesia geni memberikan solusi arsitektur pencahayaan interior.

Dengan menggunakan aplikasi terbaru dengan teknologi. Terdiri dari desiner pencahayaan yang berpengalaman dibidangnya. Trilite hadir sebagai penjual konsep desain pencahayaan kreatif. Sementara itu di lokasi berbeda, sukses menggelar sejumlah pertunjukan brodway klasik, Ciputra Artpreneur mengusung Vienna Boys Choir. Sebelumnya, di pusat pertunjukkan seni itu, sukses menyuguhkan Beauty & The Beast, Shrek, dan Annie. Pertunjukkan paduan suara ini akan dipimpin oleh Choirmaster asal Italia yakni Manolo Cagnin sebagai konduktor. “Kami akan menggelar pertunjukkan Vienna Boys Choir pada tanggal 15 dan 16 Oktober,”kata Presiden Direktur Ciputra Artpreneur Rina Ciputra Sastrawinata. Dijelaskanya, mengundang paduan suara yang berdiri sejak 600 tahun lalu itu cukup menarik sukses diberbagai belahan dunia.

“Tidak hanya sudah dikenal dunia, kami ingin mengakrabkan dunia seni kepada masyarakat. Tampil beda dari yang lainnya,” katanya. Selain itu, sejumlah kelompok paduan suara seperti UPH Choir, Beatnik Voice dari Yamaha Music, Al Jabr Choir, dan SMA Citra Kasih turut tampil. Paduan suara tersebut untuk mendorong generasi muda agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang positif. Memiliki prestasi. yang membanggakan Indonesia karena memenangkan kompetisi berskala internasional. Tidak hanya itu untuk memberikan kesempatan kepada kelompok paduan suara tersebut tampil di public.

Tampil di atas panggung dengan menyanyi, menari atau seni peran, membantu membangun karakter positif anak. Sebab itu pula pertunjukkan digelar dengan berharap para keluarga dapat menikmatinya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Jeje Nurjaman mengatakan pemerintah sangat mendukung pertunjukkan itu. Sebagai salah satu bentuk promosi, Indonesia telah mampu menyajikan berbagai pertunjukkan bertaraf internasional. Pihaknya mendukung setiap kegiatan ataupun kompetisi kesenian. Kegiatan yang mengumpulkan para ahli seni dunia. Mendukung kamjuan seni di Indonesia untuk berkembang dikenal ke mancanegara.

Source https://indopos.co.i https://indopos.co.id/read/2016/10/06/51240/hadirkan-batik-ala-first-lady
Comments
Loading...