Gebyar Batik Purbalingga, Kenalkan Model Batik Bergaya Kasual

0 16

Berbeda dengan Purbalingga Vaganza, kini Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan Gebyar Batik Purbalingga Tahun 2018 bertema kasual. Tidak menggunakan kostum yang megah dan glamour, pada kegiatan Gebyar Batik Purbalingga para peserta diminta menggunakan kostum bergaya kasual.

“Untuk yang kali ini kami mengonsep batik goa lawa yang bisa dipakai untuk sehari-hari,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Dinkop UKM Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto saat ditemui pada Gebyar Batik Purbalingga Tahun 2018 di halaman Museum Prof. Dr. Soegarda Poerbakawatja, Sabtu.

Ia menjelaskan Gebyar Batik Purbalingga Tahun 2018 tidak seperti festival – festival yang menggunakan model batik yang super megah tetapi justru ingin memperkenalkan model batik untuk aktivitas sehari-hari. Menurut Adi, Dinkop UKM ingin mengenalkan berbagai model batik yang bisa digunakan pada berbagai acara.

“Sehingga dengan cara seperti ini masyarakat bisa meniru model batik yang bagus yang bisa digunakan sehari-hari,” imbuhnya.

Hal ini juga nantinya dapat memacu masyarakat Purbalingga untuk lebih banyak menggunakan batik-batik khas Purbalingga. Dengan total peserta 239 orang, diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk model batik bergaya casual.

“Dari sentra-sentra batik di Purbalingga seperti Limbasari, Bedagas, Metenggeng, Selabaya dan lainnya itu mereka menampilkan desain-desainnya jadi tidak hanya sekadar motifnya saja tapi sekarang kami arahkan untuk membuat desainnya,” ujar Adi.

Menurut Adi, dengan adanya kegiatan Gebyar Batik Purbalingga Tahun 2018, para pembatik Purbalingga yang selama ini hanya terfokus pada pembuatan kainnya saja terpacu untuk membuat desain batik. Karena dengan membuat desain ternyata dapat melambungkan harga yang menjanjikan dibandingkan dengan mengandalkan motifnya saja.

“Harga batik yang tadinya hanya 100, 250 bahkan 450 ribu, dengan mereka membuat desain yang bagus-bagus harganya jauh melebihi apa yang mereka kerjakan selama ini,” tuturnya.

Adi menegaskan adanya Gebyar Batik Purbalingga Tahun 2018 dapat mengedukasi masyarakat teerkait produk-produk Purbalingga yang memasyarakat yang harus terus didukung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui Dinkop UKM ingin mengenalkan dan memberdayakan masyarakat untuk membeli produk batik Purbalingga yang cap dan tulis.

“Karena selama batik yang kita tahu hanya batik printing yang merupakan buatan pabrik sehingga kita coba ke masyarakat agar lebih mengenal batik-batik tulis dan cap, khususnya kami ingin mengenalkan beragam motif goa lawa kepada masyarakat,”  jelas Adi.

Terakhir Adi berpesan agar masyarakat Purbalingga dapat turut serta menggunakan produk batik Purbalingga terutama batik pesona goa lawa. Ia juga berharap agar para pembatik di Purbalingga dapat meningkatkan kualitas tidak hanya sekadar kuantitasnya saja.

“Untuk para pembatik Purbalingga tingkatkanlah kualitasnya, karena para pembeli juga ingin membeli batik-batik yang berkualitas, jadi artinya mereka mengeluarkan uang juga kepengin mendapatkan produk-produk yang sesuai dengan yang mereka inginkan,” pungkasnya. 

Source https://bupati.purbalinggakab.go.id https://bupati.purbalinggakab.go.id/gebyar-batik-purbalingga-kenalkan-model-batik-bergaya-kasual/
Comments
Loading...