Gebyar Batik Bantul Jadi Ajang Pengrajin Batik Berinovasi

0 25

Gebyar Batik Bantul Jadi Ajang Pengrajin Batik Berinovasi

Acara Gebyar Batik Bantul 2018 digadang bisa menjadikan pengrajin di DIY, khususnya Bantul bisa terus eksis di tengah tantangan global dan makin memunculkan inovasi batik baik secara motif maupun penerapannya. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Industri Bantul, Sulistiyanto mengatakan, para pengrajin batik di Bantul dewasa ini terus melakukan inovasi kaitannya dengan motif dan penerapan batik dalam kehidupan sehari-hari.

Terutama, yang berkaitan dengan fashion atau bidang lainnya. “Tapi inovasi ini perlu dikenalkan, ditunjukkan supaya orang lain tahu. Bukan hanya orang Bantul atau DIY saja, tapi di level nasional termasuk level internasional. Gebyar Batik Bantul ini jadi salah satu media kita untuk mengenalkan inovasi para pengrajin batik di Bantul,” kata Sulistiyanto. Selama Gebyar Batik Bantul digelar, menurut Sulistiyanto cukup banyak inovasi batik yang dipamerkan.

Selain itu, digelar lomba desain batik Bantul yang juga bertujuan memberikan kesempatan para desainer berinovasi dengan kain batik. Para finalis lomba desain batik ini kemudian dipamerkan melalui fashion show. “Batik ini sangat dinamis. Inovasi di dalamnya sangat mungkin terjadi. Saat Gebyar Batik Bantul ini kita ingin inovasi itu dihasilkan. Tapi tentu saja, kami akan tetap mendorong para pengrajin batik untuk tetap menjaga histori batik itu sendiri melalui motif klasik batik,” kata Sulistiyanto.

Ketua Panitia Pelaksana Jogja International Batik Bienalle (JIBB) 2018, Tazbir mengatakan, acara Gebyar Batik Bantul sebagai salah satu rangkaian acara menuju JIBB 2018 cukup strategis menjadi media para pengrajin batik untuk menujukkan inovasi mereka di mata dunia pecinta batik. Seakan ingin memaksimalkan upaya inovasi ini, panitia JIBB membidik Bantul sebagai tempat dilaksanakannya acara workshop penerapan warna alam.

Sejumlah narasumber ahli di bidang pewarnaan alam dari Thailand, Taiwan dan Indonesia akan dihadirkan dalam workshop yang rencananya digelar di Imogiri. “Pewarnaan alam dalam batik sebagai salah satu bentuk penerapaan bahan alami membuat batik menjadi salah satu bentuk inovasi yang mendapat dukungan dan respon positif dari banyak pihak. Dengan worksop ini kami ingin pengrajin batik di Bantul punya pengetahuan lebih luas soal warna alam,” kata Tazbir.

Dengan semakin tingginya pamahaman para pengrajin batik di Giriloyo dan Bantul maupun DIY pada umumnya terkait pewarnaan alam ini diharapkan inovasi yang dilakukan bisa berjalan secara lebih luas lagi. Hal ini, semata-mata demi melestarikan batik dan menjaga predikat Yogyakarta sebagai kota batik dunia.

Source http://jogja.tribunnews.com/ http://jogja.tribunnews.com/2018/09/01/gebyar-batik-bantul-jadi-ajang-pengrajin-batik-berinovasi
Comments
Loading...