Gebyar Batik Bantul Hadirkan 75 Stan Batik Berbagai Daerah

0 28

Gebyar Batik Bantul Hadirkan 75 Stan Batik Berbagai Daerah

Pemerintah Kabupaten Bantul, Yogyakarta menyelenggarakan parade batik Nusantara yang bertajuk Gebyar Batik Bantul. Dalam perhelatan tersebut sekitar 75 stan batik turut ambil bagian. Gebyar Batik Bantul yang menghadirkan 75 stan batik dari berbagai daerah.

Berlangsung selama tiga hari mulai 31 Agustus hingga 2 September 2018 di Pendhapa Menggala Parasamya Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bantul. 75 stan batik itu terdiri dari 52 stan dari Bantul, lima stan dari Sleman, empat stan dari Gunung KIdul, empat stan dari Kulon Progo, lima stan dari Kota Yogjakarta dan lima stan mewakili DIY.

Gebyar Batik Bantul 2018 diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung pelaksanaan Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018. Sebagai upaya untuk mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia. Tahun ini JIBB mengusung tema ‘Innovation for Sustainable Future’.

JIBB sendiri merupakan acara yang digelar setiap dua tahun sekali dengan tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap perkembangan batik di Indonesia, selain itu, juga menjadi media untuk semakin mengenalkan tradisi batik ke seluruh dunia.

Dari penghargaan dunia kepada Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 2014. Batik merupakan warisan budaya tak benda. Karena batik secara tersirat bisa bicara tentang potensi tiap-tiap daerah yang mempunyai corak batik secara khas.

Gebyar Batik Bantul yang dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY GKR Hemas dan dihadiri Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Diramaikan atraksi membatik oleh siswa SD dan tarian sepeda ontel dari Dinas Kebudayaan Bantul.

Selain itu juga ditampilkan 16 finalis desain batik JIBB Tahun 2018. Para designer muda berbakat dengan peragawatinyamenampilkan hasil karyanya yang tidak kalah dengan designer tingkat nasional. Sebagian dari designer tersebut masih duduk di bangku SMK.

Sementara itu, GKR Hemas dalam sambutannya sebagaimana dilansir Antara mengatakan bahwa sejak tahun 2014 Yogyakarta ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Word Craft Council (WCC) badan PBB di bidang kerajinan has daerah di dunia, yang menerangkan pula bahwa batik bukan saja milik Yogyakarta.

Namun demikian, batik milik semua daerah yang tersebar di Indonesia sebagai kerajinan unggulan yang khas dan dilakukan masyarakat secara konsisten yang cukup memberikan kesejahteraan bagi para pelaku usahanya. GKR  Hemas berharap, batik yang ada di Kota Yogyakarta ini tidak hanya berasal dari lokal seperti Bantul, Sleman dan lainnya.

Akan tetapi juga batik dari berbagai kota yang ada di Jawa khususnya. Dengan demikian, para peminat batik ketika akan membeli lebih banyak bisa memilih bermacam corak batik yang akan semakin memberikan kesejahteraan baik bagi pedagang batik maupun bagi pengrajinnya.

Source https://merahputih.com/ https://merahputih.com/post/read/gebyar-batik-bantul-hadirkan-75-stan-batik-dari-pelbagai-daerah
Comments
Loading...