Gan Swie Hiang Ajarkan Membatik di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

0 18

Gan Swie Hiang Ajarkan Membatik di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta

Proses membatik tidak mudah. Agar anak-anak muda tertarik mempelajarinya, di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2017 diadakan workshop membatik.

Uniknya, yang memberikan workshop justru bukan pembatik tradisional yang sudah berusia sepuh. Melainkan Gan Swie Hiang, 48, warga keturunan Tionghoa asli Pekalongan, Jawa Tengah.

“Saya melanjutkan usaha batik milik orang tua saya. Dengan keberanian serta dukungan teman-teman saya masuk ke Sekar Jagad dan mulai membatik tulis lagi,” ungkap Iin, sapaannya, yang memang lahir dari keluarga pembatik saat ditemui di Rumah Budaya Ketandan.

Dalam kesempatan tersebut Iin mengajak anak-anak muda dari komunitas Tionghoa untuk belajar membuat pola dasar batik tulis. Sebelum menggambar pola, Iin mengajarkan bagaimana memegang kain, canthing, dan mengaplikasikan malam dengan benar.

Melihat perkembangan batik saat ini, Iin mengaku senang karena batik tulis mulai banyak lagi peminatnya. Sayangnya, keberadaan batik cap dan printing yang menjamur membuat batik tulis tidak terlalu diminati karena persaingan harga.

Menurutnya yang terpenting adalah melestarikan batik tulis itu sendiri melalui edukasi tentang batik. “Banyak masyarakat tidak mengetahui mana batik tulis asli, printing, atau cap. Kalau mereka sudah tahu cara membuat batik tulis seperti apa, pasti bisa membedakan kain yang dijual di pasaran,” jelasnya.

Salah satu peserta dalam workshop membatik, Lovini mengaku antusias mengikuti kegiatan yang baru pertama kali dia ikuti. “Ingin tahu cara membatik itu gimana, ternyata susah. Cara pegangnya harus benar, tapi menyenangkan. Menambah wawasan saya,” tuturnya.

Ketua I PBTY ke-12 Lie Sioe Fen menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bukti bahwa warga keturunan Tionghoa tidak lepas dari unsur budaya Jawa, salah satunya batik.

“Batik itu sudah mengakar di Jogjakarta sejak dulu, warga keturunan Tionghoa juga banyak yang menjadi pengusaha batik sampai sekarang,” jelasnya yang juga menjabat sebagai Ketua PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia) ini.

Dia berharap, dari terselenggaranya kegiatan tersebut banyak anak muda mau mengenal batik lebih dalam lagi. Juga tertarik untuk belajar cara membuatnya di kemudian hari. Selain itu juga menjadi salah satu cara untuk mencintai budaya dan kreativitas dari negara sendiri.

Source https://radarjogja.co https://radarjogja.co/2017/02/10/gan-swie-hiang-ajarkan-membatik-di-pekan-budaya-tionghoa-yogyakarta/
Comments
Loading...