Fungsi Batik Carica

0 183

Fungsi Batik Carica

Bentuk Motif Carica pada batik mayoritas seperti daun pepaya dengan enam tulang daun dan diberi elemen garis sebagai pelengkap dan digambarkan juga tangkai daun. Selain motif carica juga terdapat motif buah yaitu dari bentuk naturalis buah carica yang bentuknya seperti buah pepaya lengkap dengan tangkainya.

Pola penerapan motif carica pada kain batik dengan teknik batik cap. Untuk penyusunan pola bermacam-macam, dengan pola diagonal, sejajar, pola 34, dan pola acak. Tetapi mayoritas menggunakan pola sejajar dan pola diagonal yang biasa disebut masyarakat Wonosobo pola rejeng (miring). Pola Ini dipengaruhi oleh pandangan masyarakat yang sebagian besar dari wilayah pedesaan menganggap bahwa batik adalah kain dengan motif yang polanya rejeng.

Fungsi Batik Carica ada yang bersifat pakem dan bebas. Batik Carica yang bersifat pakem adalah batik yang dibuat oleh Carica Lestari dengan ukuran dan bentuk yang tidak akan pernah berubah, selalu sama ketika pertama dibuat sampai sekarang ini. Batik Carica bebas merupakan pengembangan Batik Carica baik dari segi bentuk motif dan Warna. Pengembangan oleh Carica Lestari sendiri, pesanan konsumen dan dari luar Carica Lestari. Batik Carica sebagai bahan sandang yaitu berupa kain, baju adat daerah Wonosobo, seragam sekolah, seragam dinas dan kantor, dan busana utama. Batik Carica sebagai kebutuhan rumah tangga sudah dibuat menjadi sarung bantal dan taplak meja. Pengembangan Batik Carica sebagai busana modern seperti tas, sandal, dan gaun.

Source http://eprints.uny.ac.id/27571/1/Anita%20Hidayati%2C%2009207241012.pdf
Comments
Loading...