Fungsi Batik Bakaran

0 140

Fungsi Batik Bakaran

Batik Bakaran merupakan salah satu batik tradisional dengan visual ragam hias yang sederhana, termasuk dengan pewarnaan yang hanya menggunakan warna hitam (gelap). Batik Bakaran sekarang mengalami perkembangan dalam motif dan warna, sehingga terlihat mirip Batik Pesisir yang lain. Misalnya pada proses pewarnaan kini sudah berani memberikan warna cerah, kuat, dan beraneka warna.

Berikut bentuk batik yang dibuat oleh masyarakat Bakaran menurut fungsi dan kegunaannya antara lain :

  • Jarik atau bebet dalam bahasa Jawa ngoko di sebut tapih, dalam bahasa Jawa Krama Madya disebut sinjang, dan dalam bahasa Jawa Krama Inggil disebut nyamping, adalah kain panjang yang umumnya dipakai oleh kaum wanita. Ukuran panjang kain kurang lebih 210 cm dengan lebar sekitar 105 cm. Masyarakat Bakaran memakai jarik untuk menutup tubuh bagian bawah, dalam perkembangannya kain jarik dipakai sebagai baju, meski tidak membentuk desain pola baju.
  • Sarung adalah kain batik yang kedua ujungnya di jadikan satu atau jahit. Ukurannya sekitar 260,5 cm dan lebanya 105 cm tersebut apabila disatukan akan menjadi sempit apalagi ukurannya separuh dari panjang ukuran sebenarnya. Sarung kebanyakan digunakan laki-laki sebagai sandang penutup bagian bawah yang melingkar di badan (seperti mengurungi badan). Sarung dipakai sebagai pelengkap peralatan ibadah namun ada pula yang dikenakan sebagai kelengkapan sehari-hari, misalnya di punden, ke tambak, melihat pertunjukan kesenian daerah, atau bisa jadi selimut untuk tidur. Kebiasaan para orang tua dalam melaksanakan tradisi khitanan, sarung adalah kain paling tepat diberikan kepada anak sebagai hadiah, sekaligus menandai bahwa anaknya telah menginjak remaja/akhil baliq.
  • Slendhang adalah kain yang banyak digunakan terutama wanita sebagai alat menggendong sesuatu (anak atau barang). Selain fungsi tersebut slendhang dipakai wanita sebagai pelengkap busana sekaligus memperindah tampilan, dalam hal ini wanita lebih cenderung suka memadu-padankan antara motif jarik dengan selendangnya.
Source http://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/79129/jurnal%20bakaran_Soekma.pdf?sequence=1
Comments
Loading...