Filosofi Motif Batik Riau Kasih Tak Sampai

0 85

Filosofi Motif Batik Riau Kasih Tak Sampai

Menurut sejarah, Batik Riau sudah ada dari zaman Kerajaan Daek Lingga dan Kerajaan Siak. Pada saat itu dikenal suatu kerajinan di kalangan bangsawan istana dalam bentuk kerajinan batik cap. Cap terbuat dari perunggu yang berisi motif-motif khas Riau. Masing-masing cap memiliki motif yang etnik dan berbeda. Prosesnya juga unik, untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dari batik cap ini terlebih dahulu bahan cap diremdam atau ditempelkan pada bahan pewarna. Kemudian dicapkan pada bahan yang telah disediakan, sehingga motif yang ada pada cap akan pindah pada kainnya. Batik cap ini tidak menggunakan malam sebagai perintang warnanya, batik ini hanya permainan cap dan warna.

Riau menyimpan banyak koleksi batik khas daerah yang semua itu punya banyak nilai filosofis. Salah satu batik yang dulunya sempat terkenal, yakni motif Batik Kasih Tak Sampai. Batik ini memiliki warna latar belakang merah tua dengan motif garis vertikal warna putih, berbintik-bintik. Di antara motif itu ada lambang selembayung warna hitam dan corak ukiran abstrak khas Melayu lainnya.

Motif Batik Kasih Tak Sampai mengandung makna yang melambangkan bahwa, jangan sampai memberikan kasih yang berlebihan kepada anak sehingga berakibat merusak anak. Biasanya motif batik itu sangat kental dengan bilai filosofis dari kearifan lokal masing-masing. Motif Batik Kasih Tak Sampai hanya satu dari sekian banyak batik Riau yang menyimpan nilai filosofis tinggi. 

Source http://www.bertuahpos.com/ http://www.bertuahpos.com/berita/inilah-filosofi-motif-batik-riau-kasih-tak-sampai.html
Comments
Loading...