Filosofi Motif Batik di Jawa

0 345

Filosofi Motif Batik di Jawa

Uniknya tatanan busana yang terkait erat dengan adat dan tata sopan santun orang jawa dulu, demikianpun dalam pemakaian kain batik sebagai busana kebesaran harus mentaati segala peraturaan yang berlaku. Misalnya pada pemakaian kain batik untuk kalangan wanita harus menutupi mata kaki. Kalau saat sedang memakai kain batik jauh lebih tinggi dari mata kaki, hal itu bisa diartikan wanita tersebut tidak paham adat, serta kurang paham kesopanan. Pakaian lembaran kain batik dimulai dari ujungnya masuk ke sebelah kiri pinggang pemakainya, dan ujung kain batik lainnya melingkari tubuh ke arah kanan. Sehingga ujung kain batik yang (diwiru-profil lipat) berada paling atas dan ke arah kanan pinggang pemakainya.

Berbeda dengan cara pemakaian kain batik bagi para kaum pria. Dimulai dengan memasukkan ujung kain batik ke bagian kanan pinggang, lalu ditutupi kain batik yang melingkari pinggang memutar ke kanan, lalu ke kiri. Sehingga ujung kain batik yang dilipat-lipat (diwiru) berada di tengah menghadap ke kiri. Bagian atas kain batik (bagian pinggang) diikat dengan ikat pinggang (epek) serta kain pengikat pinggang yang panjang. Bagian ini tertutup oleh kain benting (ikat pinggang panjang) yang terbuat dari kain beludru bermotif kembang-kernbang. Kemudian tertutup oleh baju kebaya (untuk kaum wanita), atau beskap (untuk kaum pria). Dengan mengenakan busana Jawi lengkap termasuk sebilah keris yang terselip di lipatan ikat pinggang, dengan kepala ditutup blangkon (kuluk) untuk kaum pria, terasalah kebesaran jiwa.

Sementara bagi para kaum wanitanya dalam panutan busana batik dengan kain kebayanya yang membentuk potongan tubuh yang indah, terasakan keagungannya. Di luar upacara tradisional, misalnya pada suatu pasta perkawinan di luar keraton, kemeja batik atau gaun batik dengan pelbagai corak motif dan warnanya sudah merupakan busana resmi. Keanggunan seni batik tidak saja struktur warnanya yang serasi, juga corak lukisan batiknya yang penuh berisi filosofi dan penuh ragam sekaligus memberi ciri khas nilai seni budaya Jawa serta kebanggaan nasional

Source Filosofi Motif Batik di Jawa Filosofi
Comments
Loading...