Filosofi Meru Betiri, Batik Baru Kabupaten Jember yang Ramah Lingkungan

0 135

Filosofi Meru Betiri, Batik Baru Kabupaten Jember yang Ramah Lingkungan

Kabupaten Jember memiliki motif batik baru, yakni batik tulis Meru Betiri. Batik ini diprakarsai beberapa pihak dan ibu-ibu di Desa Wonoasri, Tempurejo, Jember, yang merupakan desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri (TNMB).

Program pelatihan membatik yang menjadi salah satu sub program dalam program Mitigasi Bencana Berbasis Lahan (MBBL) yang diselenggarakan oleh Universitas Jember (Unej), dengan dukungan dana dari Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bappenas, serta USAID, menjadi awal lahirnya motif batik tulis Meru Betiri ini Perkenalan dan peluncuran batik tulis Meru Betiri dilaksanakan hari Selasa sore, di balai Desa Wonoasri. Ciri utama pada batik ini adalah pewarnaan yang menggunakan pewarna alami. Semua batik diproses dengan pewarnaan alami tanpa bahan kimia.

Terdapat 13 motif batik yang semuanya bersumber dari kekayaan hayati TNMB. Dicontohkan, motif bunga raflesia, cabe jawa, dan blarak atau daun kelapa. Sementara motif elang Jawa, sisik trenggiling, dan macan tutul mengambil dari fauna yang menghuni TNMB. Kelompok pembatik Kehati Meru Betiri dalam pembentukannya difasilitasi oleh para peneliti Unej. Kelompok tersebut beranggotakan 46 anggota yang telah mendapatkan pelatihan membatik selama 14 hari dengan bimbingan Soediono dari sanggar batik Godhong Mbako, Jember.

Pilihan menggunakan pewarna alami dengan pilihan warna pastel didukung oleh Soediono, sang guru membatik. Menurutnya justru batik tulis tradisional yang masih memegang teguh tradisi hanya mengenal tiga warna, yakni hitam, putih dan coklat atau soga. Batik yang diproduksi Kehati Meru Betiri dihargai berharga Rp 300.000 hingga Rp 450.000 untuk selembar batik ukuran 2 meter.

Kreativitas ibu-ibu Desa Wonoasri mendapatkan apresiasi dari stake holder yang hadir sore itu. Seperti yang diungkapkan oleh Khairunnisa, Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNMB. Hal. Tersebut dapat mengangkat potensi sebuah taman nasional.

Source http://www.surabayapagi.com/ http://www.surabayapagi.com/read/174012/2018/03/22/meru-betiri-batik-baru-kabupaten-jember-yang-ramah-lingkungan-ini-filosofinya.html
Comments
Loading...