Filosofi Kain Batik Dalam Pernikahan Adat Jawa

0 34

Ada era yang juga mendalami kain batik untuk pernikahan dengan konsep jawa banyak hal sakral karena ada pengabungan makro dan mikro kosmos-ruh besar dan kecil bukan hanya pengabungan dua insan. Maka kita harus ingat, pernikahan dalam adat jawa ada makna filosofis di setiap pelaksanaan sampai pada pemilihan busana.

Pada suatu pernikahan Jawa ada ciri khas kain batik. Bahkan motif batik khusunya batik jawa pun memiliki makna tersendiri dalam setiap titik bahkan garis. dua elemen yaitu benang merah dalam penyatuhan dua ruh manusia dan menghadirkan cinta. Pada era batik sebagai medium komunikasi dengan awal digunakan untuk menyampaikan konsep trasedental, lalu melakukan meditasi dulu sesudah itu mulai membatik sampai tingal spiritualnya mumpunni.

Pada pernikahan adat jawa kain batiknya pun berbeda beda, bahkan yang dipakai pengantin dan orang tua penantin. Untuk kedua pengantin motif yang harus digunakan diawali dengan kata “sido atau sida” artinya bahasa indonesia “jadi”. Batik yang dipakai orangtua pengantin adalah batik motif truntum. Apa maknanya kain batik tersebut ?

Batik khusus pengantin

 

 

  • Sido Mulyo artinya kedua pengantin hidup bahagia, sejahtera, melipahkan rejeki yang cukup dan mulia.
  • Sido Luhur artinya mempelajari secara ucapan, tindakan, hidup bercukupan.
  • Sido Asih artinya selalu dipenuhi dengan kasih sayang.
  • Sido Mukti artinya tercapai kemakmuran dalam kehidupan kedua mepelai serta masa depan tercapai.
  • Sido Wirasat artinya bahtera hidup rumah tangganya.

Batik khusus orang tua pengantin

 

 

  • Batik Truntum artinya orang tua pengantin ingin menuntun dan memberikan contoh kepada putra dan putrinya dalam memasuki kehidupan rumah tangga.
  • Batik Grompol artinya kebahagiaan, kerukunan dan ketentraman akan berkumpul menjadi satu dalam rumah.
Source https://tabinaco.net https://tabinaco.net/filosofi-kain-batik-dalam-pernikahan-adat-jawa-harus-tau
Comments
Loading...