Filosofi dari Motif Batik Malang

0 1.246

Filosofi dari Motif Batik Malang

Salah satu Motif Batik Malang yang paling populer diantara motif batik lainnya yaitu Motif Batik Bunga Teratai. Motif Batik Malang yang lain yaitu Motif Batik Malang Kucecwara. Motif batik tersebut mempunyai komposisi perpaduan motif diantaranya, Mahkota, gambar Tugu Malang, Rumbai Singa, Arca, Bunga Teratai, Sulur-sulur juga isen-isen berbentuk belah ketupat.

Filosofi dari Motif Batik Malang tersebut jika ditinjau dari motif yang terbentuk yaitu :

  • Gambar Tugu Malang perlambang kekuasaan wilayah yang bisa juga kita representasikan sebagai wujud keperkasaan dan ketegaran.
  • Mahkota yang yang terdapat pada motif batik tersebut merupakan representasi dari bentuk mahkota dari raja Gajayana yang pernah membawa Kerajaan Gajayana menuju puncak kejayaannya. Jika dikaitkan dengan kehidupan masyarakat, sebagai wujud suatu harapan agar yang mengenakan Batik Malang ini mampu meraih puncak kejayaan dalam perjalanan hidupnya.
  • Rumbai Singa mewakili kultur atau budaya masyarakat Malang pada waktu itu yang memiliki jiwa pemberani dengan semangat yang membara dan pantang menyerah seperti “Singo Edan”, hingga menjadi lambang Malang saat ini.
  • Bunga Teratai melambangkan suatu keindahan alam yang penuh kesuburan. Menurut kisah cerita hindu era kerajaan singosari, bunga teratai merupakan salah satu jenis bunga Dewa Wishnu sebagai dewa pemelihata alam. Makna yang terkandung dari bunga ini yaitu kearifan atau kebijaksanaan yang mengakibatkan kemakmuran bagi masyarakat yang dipimpinnya. Contoh yang paling mudah yaitu kepala keluarga, sehingga sangat pas sekali jika seorang kepala keluarga mengenakan motif batik malang ini dalam bekerja atau mencari nafkah.
  • Arca candi singosari menjadi salah satu ornamen utama dari Motif Batik Malang karena memang merupakan identitas Malang itu sendiri, dimana candi tersebut berada. Selain itu juga untuk mengingatkan kita akan kejayaan Singosari pada waktu tersebut.
  • Sulur-Sulur sebagai perwujudan suatu kehidupan yang tidak kekal namun selalu tumbuh, berkembang dan senantiasa menunjukkan bahwa manusia itu pasti akan menerima ajal. Dan sulur bersambung menunjukkan bahwa akan selalu ada generasi penerus yang akan melanjutkan tujuan kehidupan. Hal ini menjadi harapan agar manusia senantiasa introspeksi diri dan nerimo ing pandum guna mengetahui bahwa manusia memiliki batasan-batasan.
  • Isen-Isen Belah Ketupat merupakan representasi dari relief candi Badut yang memiliki makna pengakuan bahwa manusia tidak sempurna, tempatnya salah dan tidak layak juga tidak pantas untuk menyombongkan diri. Hal tersebut sejalan dengan filosofi sulur-sulur yang berujung pada introspeksi diri.

Setiap motif batik diatas bisa disimpulkan bahwa Motif Batik Malang tersebut mengharapkan suatu keluhuran dari pemakainya untuk selalu berdiri tegak, berani, bertanggung jawab dengan penuh rasa hormat agar mampu menyatu dengan lingkungan dia tinggal.

Source https://batik-tulis.com/blog/ https://batik-tulis.com/blog/batik-malang/
Comments
Loading...