Filosofi Batik Rifa’iyah

0 175

Filosofi Batik Rifa’iyah

Memang sepintas tidak tampak ada perbedaan dengan Batik Rifa’iyah. Kain itu mirip dengan Batik Pesisir lain yang berasal dari Kota Pekalongan, Brebes, Tegal, dan Indramayu. Beberapa motif, pola, dan warna bahkan punya kemiripan dengan Batik Pesisir yang banyak di penga­ruhi kebudayaan dari luar, misalnya Tiongkok, Belanda, dan Arab. Jika diperhatikan lebih lanjut lagi, ada yang unik dengan Batik Rifa’iyah. Motif yang berhubung­an dengan benda bernyawa tidak digambarkan sesuai persis sama aslinya. Misalnya, dengan hanya menggambarkan sayapnya atau membuat guratan di lehernya sehingga mengesankan gambar hewan yang sudah disembelih.

Bukan rahasia lagi, bahwa satu dari sekian budaya warisan Indonesia yang sudah diakui UNESCO ialah batik. Seni membatik punya peran penting dalam sejarah kebudayaan Indonesia. Karena itu, seni ini merupakan identitas sekaligus penguat karakter bangsa.

Lebih dari itu, batik ternyata juga menjadi media dakwah bagi para ulama di Indonesia. Perkembangan batik yang banyak terjadi di daerah santri membuat pengaruh Islam turut mewarnai perkembangan batik. Tidak mengherankan jika batik merupakan media perjuangan sekaligus menjadi media dakwah.

Batik Rifa’iyah, begitu kain itu disebut, ialah salah satu motif yang menjadi kekhasan dari komunitas Rifa’iyah di Batang, Jawa Tengah. Pengaruh syariat Islam terhadap seni batik terwujud kuat pada seni corak Batik Rifa’iyah. Sebagian besar Motif Batik Rifa’iyah berlandaskan ajaran Syaikh Ahmad Rifa’i, pendiri Pesantren Kalisalak.

Source http://www.mediaindonesia.com/ http://www.mediaindonesia.com/news/read/56468/mengenal-filosofi-batik-rifa-iyah/2016-07-17
Comments
Loading...