Festival Gebyar Batik di Kampung Wisata Prenggan

0 22

Festival Gebyar Batik di Kampung Wisata Prenggan

Festival Gebyar Batik Desa dan Kampung Wisata se-DIJ harus dijadikan momentum untuk lebih mencintai batik. Sebab, batik telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.

“Jangan sampai diserobot bangsa lain,” ungkap Sekretaris Dinas Pariwisata DIJ Rose Sutikno saat membuka festival tersebut di Kampung Wisata Prenggan, Kotagede, Jogja.

Karena itu, ia menegaskan batik harus terus dipertahankan. Ada banyak cara mempertahankan batik. Di antaranya, melalui jalur pendidikan, keluarga, dan jalur masyarakat.

Ia yakin dengan bergairahnya usaha batik, terutama batik khas Jogja menambah daya tarik pariwisata. Dampaknya, jumlah kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara akan meningkat. “Ini semua akan berimplikasi pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ungkap alumnus FH UII ini.

Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIJ Haris Iskandar mengungkapkan, peserta festival ini agak meleset dari target. Semula pihaknya menarget ada 15 peserta mewakili kabupaten dan kota. Tiap kabupaten dan kota diwakili tiga kelompok.

“Hingga pelaksanaan acara ada 12 kelompok, karena dari Sleman nggak mengirimkan wakil. Padahal tadi malam sudah menyanggupi,” ungkap Haris.

Tiap kelompok terdiri atas satu atau dua orang. Meski tanpa kehadiran delegasi dari Sleman, tak menyurutkan semangat peserta lain. Suasana festival juga tampak gayeng. Tiap peserta terlihat antusias memeragakan cara membatik. “Tema yang kita usung tentang Jogja Istimewa,” kata Haris.

Malik salah satu peserta dari Desa Wisata Tanjep, Ngawen, Gunungkidul mengusung motif soal wisata Jogja. Ia bersama kelompoknya membatik lokasi-lokasi daerah wisata di kota ini. Misalnya, bakpia Patuk, Tugu Jogja, Keraton Jogja dan lain-lain.

“Karena ini soal wisata, kami juga angkat soal objek-objek menarik di Jogja,” cerita Malik. Sedangkan peserta dari Imogiri Bantul mengangkat tema soal pohon Kluwih. Untuk membatik, tiap peserta memerlukan waktu antara 1,5 jam hingga dua jam. Lantaran memerlukan waktu, hingga selepas siang, banyak peserta yang masih sibuk menyelesaikan karya mereka.

Melihat respons peserta lumayan positif, Dinas Pariwisata DIJ berencana menjadikan Festival Gebyar Batik Desa dan Kampung Wisata se-DIJ itu sebagai agenda rutin tahunan.

Source https://radarjogja.co https://radarjogja.co/2015/11/02/festival-gebyar-batik-di-kampung-wisata-prenggan/
Comments
Loading...